Pemkot Batu Siapkan Anggaran Rp4,8 Miliar untuk Bangun Rumah Kompos di 24 Desa/Kelurahan
Anggaran tersebut disiapkan agar setiap wilayah bisa mandiri dalam mengelola sampah organiknya. Ini juga selaras dengan upaya kami di TPA Tlekung, di mana saat ini sudah dilakukan uji coba tiga dari empat lajur biokomposter yang kami bangun.
KOTA BATU, SJP – Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam mengatasi persoalan sampah terus mengalami perkembangan signifikan.
Setelah sebelumnya memulai pembangunan lajur biokomposter di TPA Tlekung sebagai langkah awal menjadikan lokasi itu sebagai tempat pengelolaan sampah terpadu, kini Pemkot Batu mengalokasikan anggaran sebesar R 4,8 miliar untuk membangun rumah kompos di seluruh desa dan kelurahan se-Kota Batu.
Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (7/7/2025) mengatakan bahwa pembangunan rumah kompos ini merupakan bagian dari program kawasan industri pengelolaan sampah yang digagas Pemkot Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Dalam rangka program kawasan industri pengelolaan sampah, Pemkot Batu melalui DLH telah melaksanakan beberapa kegiatan. Salah satunya adalah pembangunan rumah kompos di 24 desa dan kelurahan,” urainya.
Ia menjelaskan, setiap desa dan kelurahan mendapatkan anggaran sebesar Rp200 juta untuk membangun rumah kompos, sehingga total dana yang dialokasikan dalam APBD Kota Batu 2025 mencapai Rp4,8 miliar.
Anggaran tersebut disiapkan agar setiap wilayah bisa mandiri dalam mengelola sampah organiknya. Ini juga selaras dengan upaya kami di TPA Tlekung, di mana saat ini sudah dilakukan uji coba tiga dari empat lajur biokomposter yang kami bangun
"Selain membangun rumah kompos, Pemkot Batu juga menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp 100 juta untuk pengelolaan sampah di 21 ruas jalan perkotaan yang kini ditangani langsung melalui TPA Tlekung. Dari ruas jalan tersebut, sekitar 60 persen jenis sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik. Untuk itulah kami siapkan pula pembangunan Big Composter di TPA. Dengan sistem ini, pengelolaan sampah organik bisa lebih cepat dan efisien,” imbuhnya.
Tak hanya pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah, Pemkot Batu juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilahan dan pengurangan sampah rumah tangga.
Nurochman menambahkan bahwa sisa sampah residu dari 24 desa/kelurahan nantinya akan ditangani dengan unit incinerator yang tersedia di TPA.
Sebagai bagian dari pendekatan jangka panjang, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan proyek Spiritual Botanical Garden yang diharapkan bisa menjadi kawasan edukasi lingkungan dan konservasi. Saat ini, telah disiapkan anggaran sebesar Rp100 juta untuk kajian awal proyek tersebut.
“Ini adalah langkah nyata kami agar penanganan sampah tak hanya selesai di tingkat akhir, tapi bisa dimulai dari rumah-rumah warga. Dan pembangunan rumah kompos ini menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah,” pungkas pria nomor satu di Kota Batu tersebut. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

