Pemkot Batu Rumuskan Perbaikan Total Program MBG Usai Evaluasi

Evaluasi besar-besaran yang dilakukan Pemkot Batu menegaskan komitmen memperbaiki manajemen MBG agar tidak lagi menimbulkan persoalan. Dengan sinergi lintas sektor dan pengawasan ketat, program ini diharapkan mampu memberi manfaat nyata bagi siswa sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.

01 Oct 2025 - 22:46
Pemkot Batu Rumuskan Perbaikan Total Program MBG Usai Evaluasi
Pemberian MBG salah datu SD di Kota Batu (ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu menegaskan akan melakukan perbaikan total terhadap manajemen Program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai evaluasi bersama Forkopimda dan stakeholder terkait mengungkap sejumlah kelemahan mendasar.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Eabu (1/10/2025) menekankan pentingnya sinergi antarinstansi agar program benar-benar tepat sasaran.

Ia mengingatkan agar model kolaborasi dijalankan secara konsisten, sehingga tidak memunculkan masalah baru di lapangan.

“Model bersama ini harus betul-betul dijalankan agar tidak menimbulkan masalah baru dalam proses MBG, terlebih perlindungan penerima yang notabene warga Kota Batu,” tegasnya.

Dalam catatan evaluasi, beberapa persoalan yang muncul di antaranya menyangkut verifikasi SPPG, penyusunan SOP pengiriman bantuan, hingga peran petugas lapangan sebagai teladan dalam implementasi.

Bahkan, SOP di sektor pendidikan maupun kesehatan dinilai masih kurang jelas, sehingga berpotensi mengganggu efektivitas pelaksanaan.

Sementara itu, Koordinator SPPI Kota Batu, Meita Syahrani Nurfida, mengakui persoalan yang terjadi memang berkaitan dengan manajemen dapur SPPG.

“Memang benar, terkait permasalahan kemarin yang terjadi itu karena soal manajemen SPPG yang bermasalah dan ini yang harus ditindaklanjuti,” paparnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Batu merilis hasil kajian epidemiologi terkait insiden 12 siswa di dua sekolah yang mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut tanpa diare.

"Jadi Dari hasil pemeriksaan sampel makanan yang diambil dua kali pada 07.00 WIB dan 16.00 WIB, ditemukan indikasi adanya food born intoxication atau kontaminasi toksin dengan jenis bakteri Bacillus cereus maupun Staphylococcus aureus," tegasnya.

Pemerintah menegaskan akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan penyusunan regulasi baru, memperkuat sosialisasi, serta menggandeng media dalam penyebaran informasi. Harapannya, program MBG bisa berjalan lebih transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi pelajar di Kota Batu. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow