Pemkot Batu Raih Penghargaan Penanggulangan Disparitas Data, Wawali: ASN Harus Terdata Lengkap dan Akurat
Heli menambahkan bahwa penuntasan disparitas data tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), tapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
KOTA BATU, SJP – Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam membenahi dan memperkuat sistem data kepegawaian membuahkan hasil. Kota Batu berhasil meraih Penghargaan Komitmen Terbaik dalam Penuntasan Disparitas Data Semester I Tahun 2025 dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menyebut penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh dalam agenda Rapat Koordinasi Evaluasi CASN Formasi Tahun 2024 dan Manajemen Talenta di Pendopo Agung Kabupaten Malang beberapa waktu yang lal.u
"Ini menjadi bukti bahwa Pemkot Batu tidak main-main dalam hal akurasi dan pembaruan data ASN. Ia menegaskan bahwa data yang valid adalah fondasi dari tata kelola ASN yang profesional dan modern. Kami memastikan seluruh ASN di Kota Batu terdata lengkap, mutakhir, dan sinkron dengan sistem nasional BKN. Ini bukan hanya soal administratif, tapi menyangkut masa depan karir dan kesejahteraan para ASN," tegasnya.
Heli menambahkan bahwa penuntasan disparitas data tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), tapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menilai kolaborasi internal yang kuat menjadi salah satu kunci keberhasilan Kota Batu dalam menuntaskan disparitas data secara cepat dan tepat.
Disparitas data sendiri merupakan kondisi ketidaksesuaian antara data kepegawaian yang tercatat dalam sistem BKN dengan data yang dimiliki oleh instansi daerah. Jika tidak segera dituntaskan, kondisi ini bisa berdampak langsung pada perencanaan kebutuhan ASN, pengembangan karir, hingga hak administratif pegawai.
Capaian ini, menurut Heli, sekaligus menjadi dorongan moral agar Pemkot Batu terus menjaga integritas data di era digitalisasi birokrasi. Ia juga mengajak daerah lain untuk bersama-sama memperkuat sistem manajemen ASN yang berdaya saing tinggi.
“Kami bangun sistem kerja yang terintegrasi. Mulai dari updating data rutin, sinkronisasi berkala dengan BKN, sampai verifikasi internal yang berlapis. Semua bergerak bersama. Batu ingin jadi contoh bahwa birokrasi bisa gesit, tertib, dan berbasis data. Ini adalah kerja panjang yang harus terus dijaga," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

