Pemkot Batu Perluas Jejaring Kampus, Program Seribu Sarjana Didorong Jadi Mesin Pencetak SDM Strategis
Dengan perluasan kemitraan kampus, penguatan pendanaan, dan penyelarasan bidang studi, Program Seribu Sarjana kini diposisikan sebagai mesin penggerak SDM yang lebih strategis dibanding sekadar beasiswa rutin
KOTA BATU, SJP — Program Seribu Sarjana kini bergeser dari sekadar bantuan biaya kuliah menjadi strategi besar Pemkot Batu membangun kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Hal itu terlihat dari langkah pemerintah daerah yang memperluas jejaring kemitraan perguruan tinggi sekaligus membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (12/12/2025) bahwa tahun ini, selain 271 mahasiswa yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa penuh, tetapi juga 14 kampus resmi terhubung dalam ekosistem pendidikan yang dirancang Pemkot Batu. Langkah ini dipandang sebagai fondasi awal untuk merancang arah pengembangan SDM Kota Batu dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
"Ada tambahan 10 kampus mitra baru mulai dari UB, UM, Binus, Unikama hingga ITN memberi ruang lebih luas bagi warga untuk memilih program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Ini bukan hanya soal memperbesar kuota. Kami ingin memastikan anak-anak Batu punya tempat belajar terbaik sesuai potensinya,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menambahkan penjajakan yang dilakukan tahun ini juga memperlihatkan perubahan pendekatan Pemkot Batu. Jika sebelumnya fokus hanya pada bantuan biaya, kini perhatian bergeser pada keselarasan bidang studi dengan kebutuhan sektor strategis Kota Batu.
Empat penerima beasiswa kedokteran, misalnya, disiapkan untuk menopang layanan kesehatan jangka panjang. Sementara jurusan pariwisata, perhotelan, akuntansi, dan pertanian diarahkan mendukung pengembangan sektor unggulan daerah.
"Di sisi lain, kolaborasi formal melalui MoU antara Pemkot Batu dan perguruan tinggi juga menjadi kunci agar kampus tak hanya menjadi tempat belajar, tetapi mitra dalam membentuk kompetensi mahasiswa sesuai karakter Kota Batu. Dinas Pendidikan turut meneken perjanjian kerja sama teknis dengan fakultas-fakultas terkait," imbuhnya.
Orang nomor satu di Kota Batu itu juga menmaparkan semua penerima akan memperoleh SK bulan ini dan langsung masuk skema pembiayaan pada semester baru. Cak Nur menegaskan anggaran tahun depan akan ditingkatkan untuk mendorong jumlah sarjana baru yang lebih banyak dan lebih terarah.
Ia menekankan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang dibiayai, tetapi dari seberapa besar mereka kembali memberi kontribusi untuk kota.
“Kami ingin perubahan yang nyata. Pendidikan ini adalah investasi. Mereka harus kembali membawa manfaat bagi Batu,” urainya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M Chori, menegaskan proses seleksi tahun ini yang dilakukan dalam dua tahap bukan semata prosedur administratif, tetapi cara memastikan penempatan beasiswa tepat sasaran.
"Dari total penerima, 175 mahasiswa berstatus berprestasi dan 96 berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk kelompok terakhir, pemerintah menambahkan uang saku Rp250 ribu per bulan sebagai penopang biaya hidup," katanya.
Pendanaan program pun dibangun dengan pola kemitraan, menggabungkan APBD 2026 sebesar Rp 1,1 miliar dengan dukungan CSR Bank Jatim senilai Rp 200 juta. Skema ini mulai menunjukkan arah bahwa pembiayaan pendidikan tinggi di Kota Batu tidak harus bertumpu pada satu sumber, melainkan kolaborasi multi-pihak. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

