Pemkot Batu Kembali Gaungkan Penataan Kabel Bawah Tanah Tanpa Bebani APBD
Dukungan vendor jaringan seperti PLN dan Telkom, serta target rampungnya Perwali dalam tiga bulan ke depan membuat Pemkot Batu berupaya memastikan penataan kabel bawah tanah tidak kembali berhenti sebagai wacana. Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah konkret membenahi estetika kota tanpa membebani APBD, sekaligus memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang tertata rapi dan nyaman
KOTA BATU, SJP - Wacana penanaman kabel bawah tanah (ducting) di sejumlah kawasan strategis Kota Batu kembali mencuat, meskipun gagasan tersebut merupakan ide lama namun kali ini, Pemerintah Kota Batu menegaskan skema pembiayaan tidak akan mengandalkan APBD, melainkan menggandeng investor swasta untuk merealisasikannya.
Wali Kota Batu, Nurochman pada Jumat (27/2/2026) memastikan langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) sebelum eksekusi fisik berjalan. Targetnya, aturan tersebut rampung dalam tiga bulan ke depan sebagai payung hukum pelaksanaan.
“Regulasi Perwali dalam hal ini penting sebagai payung hukum pemerintah. wacana ducting sendiri sebenarnya sudah muncul sejak tahun-tahun sebelumnya, namun belum berhasil direalisasikan. Latar belakangnya adalah kondisi kabel yang semrawut dan melintang di udara dalam jumlah banyak sehingga mengganggu estetika kota," urainya.
Dalam skema yang disiapkan, Pemkot Batu hanya menyediakan ruang di bawah trotoar. Sementara biaya konstruksi ducting sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Dengan pola tersebut, proyek penataan jaringan tidak membebani keuangan daerah.
Nurochman menyebut rencana ini juga telah mendapat respons positif dari sejumlah pemilik dan vendor jaringan, seperti PLN dan Telkom. Pada prinsipnya, banyak pihak swasta yang setuju dan mendukung rencana penataan wajah kota.
Ia menegaskan, proyek ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Pelaksanaannya akan dilakukan bertahap, dengan tahap awal difokuskan di kawasan Alun-Alun sebagai proyek percontohan.
“Tapi perlu diingat, penataan ini tidak bisa selesai dalam waktu satu dua tahun. Jadi kita lakukan step by step, dan tahap awal akan difokuskan di kawasan Alun-Alun sebagai proyek percontohan,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah tidak mengejar keuntungan finansial dalam kerja sama ini. Fokus utama adalah pembenahan wajah kota agar lebih rapi dan nyaman, terutama karena Kota Batu merupakan daerah tujuan wisata.
“Estetika wajah kota lebih utama bagi Kota Batu karena menjadi jujugan wisata. Ini menjadi komitmen kita ke depannya,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

