Pemkot Batu Kekurangan Tenaga Kesehatan, Dinkes Siapkan Langkah Pemenuhan
Kekurangan tenaga kesehatan meliputi bidan, dokter, dan perawat. Saat ini Kota Batu hanya memiliki 48 bidan dari kebutuhan ideal sebanyak 78 orang. Sementara itu, jumlah dokter Puskesmas baru mencapai 15 orang, padahal dibutuhkan 35 dokter untuk melayani seluruh wilayah.
KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu tengah menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis di sejumlah Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batu, Aditya Prasaja, mengungkapkan, jumlah nakes yang tersedia saat ini masih jauh dari ideal, khususnya di tiga kecamatan yang ada.
Dikonfirmasi pada Kamis (10/3/2025), ia memaparkan kekurangan tenaga kesehatan meliputi bidan, dokter, dan perawat.
Saat ini Kota Batu hanya memiliki 48 bidan dari kebutuhan ideal sebanyak 78 orang. Sementara itu, jumlah dokter Puskesmas baru mencapai 15 orang, padahal dibutuhkan 35 dokter untuk melayani seluruh wilayah.
"Kondisi serupa juga terjadi pada tenaga perawat yang baru tersedia 69 orang, sedangkan kebutuhan mencapai 119 perawat. Ini menjadi salah satu isu utama yang harus segera kami carikan solusinya karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan, Puskesmas Batu saat ini hanya memiliki tiga dokter umum untuk melayani lebih dari 50 ribu penduduk, sementara Puskesmas Bumiaji hanya memiliki empat dokter untuk melayani sembilan desa. Hal ini tentu berdampak pada kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan.
Sebagai upaya jangka panjang, Pemkot Batu telah mencanangkan program “satu desa satu dokter” yang kini menjadi prioritas utama Dinas Kesehatan.
Aditya menegaskan, pihaknya akan terus berupaya mencari solusi, termasuk dalam pengadaan dan pemenuhan tenaga medis lainnya.
“Itu menjadi kewajiban kami di Dinas Kesehatan Kota Batu untuk mencarikan solusi dan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

