Pemkot Batu Genjot Perbaikan Rumah Warga, Wali Kota Nurochman Tegaskan Prioritas pada Keluarga Pra-Sejahtera
Program RTLH kini menjadi harapan baru bagi ratusan warga Kota Batu yang selama ini hidup dalam kondisi hunian terbatas, sekaligus simbol keseriusan pemerintah dalam membangun kesejahteraan dari akar persoalan
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu kembali mengucurkan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025. Sebanyak 79 keluarga menerima pencairan tahap kedua, setelah sebelumnya 63 keluarga mendapatkan bantuan serupa pada Juli lalu. Total 142 keluarga telah tersentuh program ini, naik signifikan dibanding 2024 yang hanya terealisasi 88 keluarga.
Wali Kota Batu, Nurochman pada Sabtu (6/12/2025) menegaskan bahwa lonjakan penerima manfaat hingga 61 persen ini mencerminkan komitmen serius Pemkot Batu dalam memperbaiki kualitas hidup warga pra-sejahtera. Ia menyebut, perbaikan rumah bukan semata urusan bangunan, tetapi menyangkut fondasi kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
“Rumah yang layak itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar. Ini menentukan kesehatan, rasa aman, bahkan peluang ekonomi bagi sebuah keluarga,” ujar Nurochman.
Ia menjelaskan bahwa dampak program RTLH bersifat jangka panjang dan multidimensi. Pemkot Batu melihat hunian layak sebagai prasyarat utama tercapainya lingkungan yang sehat, tertib, dan bermartabat. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan penerima bantuan benar-benar sesuai kriteria.
Verifikasi dilakukan secara ketat melalui kolaborasi Disperkim dengan desa dan kelurahan. Mekanisme penyaluran dana lewat bank daerah juga diperkuat untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, Pemkot Batu telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan program pada 2026.
"Pendataan dinamis, pendampingan teknis pembangunan, hingga integrasi dengan program sanitasi dan penyediaan air bersih akan menjadi fokus agar manfaat RTLH semakin komprehensif," imbuhnya.
Nurochman juga menegaskan bahwa program ini merupakan investasi sosial yang akan memperkecil kesenjangan dan memperkuat ketahanan keluarga.
“Pemerintah harus hadir di titik paling mendasar. Ketika keluarga punya tempat tinggal yang layak, mereka punya pijakan lebih kuat untuk bangkit,” tutupnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

