Bromo Sunset Festival Musik 2025 Sukses Digelar di Wonorejo Poncokusumo Malang

Festival musik di Wonorejo ini menggabungkan UMKM, seni, dan budaya lokal, menghadirkan ruang ekonomi kreatif sekaligus mempromosikan potensi pariwisata dan identitas Malang Raya.

06 Dec 2025 - 19:21
Bromo Sunset Festival Musik 2025 Sukses Digelar di Wonorejo Poncokusumo Malang
Anggota DPRD Jatim, Jajuk Rendra Kresna membuka Bromo Sunset Festival Musik 2025 di Wonorejo, Poncokusumo Malang (Foto : Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Gelaran Bromo Sunset Festival Musik 2025 resmi dibuka Anggota DPRD Jawa Timur, Hj Jajuk Rendra Kresna, di Lapangan Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo.

Acara ini merupakan persembahan Disbudpar Jatim dan DPRD untuk mempertemukan pelaku UMKM, masyarakat, serta penikmat seni dan budaya lokal dalam satu ruang yang menggerakkan beberapa sektor.

Jajuk menilai festival tersebut menjadi momentum untuk menampilkan identitas budaya Malang Raya di hadapan pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus memperluas dampak bagi para pelaku UMKM serta sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya membuka agenda, Jajuk mengajak seluruh audiens untuk mengirimkan doa Al-Fatihah bagi saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Semeru. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mengawal jalannya acara sejak pagi hingga rangkaian ditutup pada pukul 16.00 WIB.

“Terima kasih kepada manajemen, kru, MC, teman-teman Linmas, TNI, Polri, dan PMI yang menjaga kegiatan ini tetap aman dan tertib. Usulan warga untuk menggelar festival di Wonorejo kami dukung agar UMKM benar-benar merasakan manfaatnya,” tuturnya, Sabtu (6/12/2025) usai agenda.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Jatim, Ali Afandi, menegaskan bahwa agenda seperti ini sangat inspiratif.

Dirinya menyebut sudah ada agenda serupa di berbagai titik di Jawa Timur untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis desa.

“Tidak hanya di sini saja, kemarin ada di Ngajum, ada di Dampit, dan beberapa titik lainnya. Polanya memang kami sebar agar masyarakat di seluruh Jawa Timur ikut merasakan dampaknya,” jelasnya.

Ali juga menyoroti potensi Malang yang dinilai lengkap, mulai dari wisata alam di kawasan selatan, agrowisata hingga wisata petualangan di Kasembon. Selain itu, ia menekankan pentingnya memunculkan atraksi budaya sebagai identitas, salah satunya Topeng Malangan yang disebut kembali naik daun.

“Beberapa kali ditampilkan, minat penontonnya luar biasa, termasuk saat dibawa ke Surabaya sampai jumlahnya membeludak. Ini bukti bahwa budaya Malang punya daya tarik yang kuat dan harus terus dihidupkan,” tutupnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow