Pemkot Batu Fokus Benahi Distribusi dan Kelayakan SPPG

Pemkot Batu kini memperketat pengawasan dan memperbaiki manajemen distribusi MBG setelah insiden keracunan siswa. Dengan enam dapur aktif dan pembentukan Satgas MBG, pemerintah berupaya memastikan seluruh proses penyediaan makanan berjalan lebih terukur, higienis, dan transparan demi keamanan serta kesejahteraan pelajar.

04 Oct 2025 - 18:19
Pemkot Batu Fokus Benahi Distribusi dan Kelayakan SPPG
Praktek MBG di Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu terus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca temuan makanan basi dan dugaan keracunan di sejumlah sekolah. Meski salah satu dapur sempat dihentikan, program ini dipastikan tetap berjalan dengan pengawasan lebih ketat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori pada Sabtu (4/10/2025) menjelaskan bahwa hingga awal Oktober ini sudah ada enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kembali beroperasi di tiga kecamatan.

“Setelah dilakukan evaluasi dan pembenahan, dua dapur baru di Desa Torongrejo dan Sumberbrantas kini sudah mulai berjalan. Sehingga total ada enam dapur aktif,” ujarnya.

Enam dapur tersebut meliputi dua di Kecamatan Junrejo (Kelurahan Dadaprejo dan Desa Pendem), dua di Kecamatan Batu (Kelurahan Ngaglik dan sebelumnya di Kelurahan Sisir yang kini mandek), serta dua lainnya di Kecamatan Bumiaji (Desa Bulukerto dan Sumberbrantas).

Setiap dapur mampu memproduksi sekitar 2.500 porsi per hari. Dengan begitu, sekitar 15 ribu siswa di Kota Batu masih mendapatkan jatah makan bergizi gratis setiap harinya. Namun, pengawasan kini diperketat untuk memastikan seluruh proses produksi dan distribusi makanan aman bagi penerima manfaat.

“Kami pastikan setiap tahap, dari bahan baku hingga pengiriman, diawasi secara langsung agar tidak terulang kasus serupa,” tegas Chori.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan bahwa pengawasan kini menjadi fokus utama Pemkot. Ia menyebut, faktor waktu memasak dan distribusi menjadi aspek yang paling krusial untuk dijaga.

“Idealnya memang harus di lokasi yang luas, higienis, dan punya jadwal pelayanan yang konsisten agar kualitas makanan tetap terjaga,” ujarnya.

Untuk menjamin pelaksanaan berjalan baik, Pemkot telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang bertugas memantau secara langsung proses produksi hingga pendistribusian makanan. Satgas juga diberi kewenangan memberi rekomendasi teknis terhadap dapur yang belum memenuhi standar.

Dengan langkah korektif ini, Pemkot Batu berharap pelaksanaan MBG dapat kembali pulih dan berjalan sesuai standar keamanan pangan. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya memastikan keberlanjutan program bergizi bagi anak-anak sekolah di Kota Batu. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow