Pemkot Batu Evaluasi Arah Pembangunan Kesehatan Batu SAE 2025, Perkuat Layanan Primer hingga Desa

Refleksi pembangunan kesehatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam mewujudkan visi Batu SAE melalui penguatan layanan kesehatan yang terukur, merata, dan berorientasi dampak ditambah dukungan kebijakan, capaian program berbasis desa, penguatan posyandu dan kader kesehatan, hingga pemenuhan sarana layanan menjadi bukti keseriusan Pemkot Batu dalam memastikan kesehatan sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan

22 Dec 2025 - 19:25
Pemkot Batu Evaluasi Arah Pembangunan Kesehatan Batu SAE 2025, Perkuat Layanan Primer hingga Desa
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu merefleksikan implementasi Visi dan Misi Batu SAE 2025 di bidang kesehatan sebagai upaya memastikan kebijakan pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Senin (22/12/2025) menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi utama kesejahteraan masyarakat dan menjadi prioritas dalam pembangunan Kota Batu.

Pemerintah Kota Batu, kata dia, secara konsisten mengarahkan kebijakan kesehatan pada layanan yang terukur, merata, dan berdampak langsung bagi warga.

“Batu SAE menempatkan kesehatan warga sebagai fondasi kesejahteraan. Kebijakan kesehatan kami berbasis layanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif, dengan capaian yang terukur, akses merata, dan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Capaian tersebut terlihat dari penguatan layanan kesehatan berbasis wilayah. Hingga kini, 18 dari 24 desa dan kelurahan di Kota Batu telah memiliki Unit Pelayanan Kesehatan Desa dan Kelurahan (UPKDK) yang berfungsi sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain itu, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah diikuti 76.763 peserta, atau sekitar 34,05 persen dari total penduduk Kota Batu sebanyak 225.408 jiwa.

Pada level layanan dasar, Pemkot Batu juga memperkuat peran komunitas melalui keberadaan 193 Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang didukung oleh 2.322 kader kesehatan aktif di seluruh wilayah Kota Batu. Keberadaan posyandu dan kader tersebut menjadi penopang penting dalam layanan promotif dan preventif berbasis masyarakat.

“Penguatan layanan kesehatan tidak hanya soal program, tetapi juga dukungan sarana yang memadai agar pelayanan di lapangan semakin optimal,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, Heli Suyanto turut menyerahkan 10 unit tensimeter digital dan 1 unit timbangan digital kepada puskesmas di Kota Batu.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang deteksi dini serta pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat dan berkelanjutan. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow