Pemkot Batu Bentuk Komda Lansia 2025–2028, Perkuat Perlindungan Warga Usia Senja

Dengan terbentuknya Komda Lansia, Pemkot Batu berharap program lintas dinas berjalan lebih sinergis dan mampu menjadikan Kota Batu sebagai kota ramah lansia, sejalan dengan visi MBatu Sae.

09 Sep 2025 - 22:04
Pemkot Batu Bentuk Komda Lansia 2025–2028, Perkuat Perlindungan Warga Usia Senja
Pemkot Batu saat mengunjungi lansia (ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu resmi membentuk Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) periode 2025–2028. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Batu tertanggal 5 Agustus 2025.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (9/9/2025) yang ditunjuk sebagai Ketua Komda Lansia menguraikan, Pembentukan Komda Lansia menjadi tindak lanjut amanat undang-undang sekaligus wujud nyata komitmen Pemkot Batu dalam meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan kelompok lanjut usia.

“Komda Lansia hadir sebagai wadah koordinasi kebijakan dan program penanganan lansia secara terpadu. Tugasnya menyinergikan kebijakan pusat dan daerah agar pelayanan benar-benar berdampak di lapangan,” ujarnya.

Selain mengoordinasikan kebijakan, Komda Lansia juga berfungsi memberikan saran, memantau, dan mengevaluasi program kepada kepala daerah. Komisi ini turut menghimpun sumber daya daerah, masyarakat, hingga pemerintah pusat untuk mendukung pelayanan bagi lansia.

Heli menegaskan program yang dijalankan tidak sekadar berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong pemberdayaan lansia. Beberapa kegiatan yang diprioritaskan di antaranya posyandu lansia, aktivitas sosial, hingga rencana pengembangan rumah kasih sayang bagi lansia kurang beruntung.

"Agar program lebih tepat sasaran, Pemkot Batu juga memperkuat pendataan jumlah dan kondisi lansia di tingkat desa dan kelurahan. Pendataan melibatkan karang taruna serta PKK," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Pemkot Batu menyiapkan pembentukan satuan tugas (satgas) desa siaga lansia yang melibatkan perangkat desa, puskesmas, dan lembaga sosial. Satgas ini bertugas menangani masalah kesehatan dan sosial lansia lebih cepat di tingkat desa.

“Jangan sampai ada warga yang luput dari perhatian. Dengan satgas, pemetaan masalah bisa langsung direspons,” kata Heli.

Selain pelayanan kesehatan, Pemkot Batu membuka peluang pemberian bantuan sosial, mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga perawatan jangka panjang di lembaga sosial. Meski begitu, keterlibatan keluarga tetap diprioritaskan.

Heli menambahkan, penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat juga menjadi perhatian. Tidak hanya aspek kuratif, tetapi juga preventif dan promotif demi peningkatan kualitas hidup lansia.

“Target kami jelas. Tidak boleh ada lansia di Kota Batu yang tidak mendapatkan layanan kesehatan maupun perhatian sosial. Semua harus diperlakukan sama,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow