Pemkab Malang Perkuat Pendidikan Vokasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2025 di Kabupaten Malang menjadi bukti nyata dukungan Pemkab dalam memperkuat vokasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

30 Oct 2025 - 19:43
Pemkab Malang Perkuat Pendidikan Vokasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Wabup Malang, Hj. Lathifah Shohib bersama peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2025 tampak antusias mempraktikkan keterampilan tata kecantikan rambut pada sesi penutupan pelatihan di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. (Foto : Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat pendidikan vokasi sebagai pilar penggerak ekonomi rakyat. Melalui berbagai program pelatihan keterampilan dan wirausaha, Pemkab berupaya melahirkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Upaya tersebut tampak dalam penutupan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2025 di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kamis (30/10/2025).

Program hasil kolaborasi Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek bersama LKP Saraswati itu menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal.

“Program seperti ini luar biasa karena memberikan bekal keterampilan yang langsung bisa digunakan. Ini salah satu cara nyata menekan angka kemiskinan—membekali masyarakat agar bisa mandiri dan berwirausaha,” ujar Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, saat menutup kegiatan tersebut, Kamis (30/10/2025).

Menurut Lathifah, seluruh biaya pelatihan bersumber dari APBN melalui Kemendikbudristek. Ia berharap peserta tak berhenti di tahap penerimaan sertifikat semata, tetapi benar-benar menapaki jalan wirausaha. Peserta juga mendapatkan bantuan peralatan usaha secara berkelompok melalui skema Kelompok Belajar Usaha (KBU).

“Kami minta LKP terus melakukan pendampingan dan menjaga jaringan dengan dunia usaha. Bahkan kami dorong agar bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Gajayana yang memiliki program tata rias dan tata boga. Setelah lulus, jangan putus hubungan, tetap ada follow up,” tambah Wabup yang akrab disapa Bu Lathifah itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menegaskan bahwa program PKW merupakan bagian dari kebijakan Pemkab untuk menciptakan masyarakat terampil dan berdaya saing.

“PKW ini fokusnya pada pembentukan wirausaha baru. Peserta tidak hanya diberi keterampilan teknis, tetapi juga pendampingan dan praktik usaha agar siap membuka lapangan kerja sendiri,” jelasnya.

Suwadji menyebut, sepanjang 2025 terdapat 44 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) aktif di Kabupaten Malang dengan beragam bidang, mulai dari kecantikan, tata busana, teknologi informasi, bahasa asing, hingga kewirausahaan. Dari jumlah tersebut, lima lembaga memperoleh bantuan program PKK dan tiga lembaga, termasuk LKP Saraswati, mendapatkan program PKW.

“Kami ingin LKP bukan sekadar tempat belajar keterampilan, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena sehat itu bukan hanya jasmani dan rohani, tapi juga sehat secara ekonomi,” tegasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow