Pemkab Jember Butuh Rp1,2 Triliun untuk Infrastruktur Jalan Rusak, Bupati Fawait: Perbaikan Dilakukan Bertahap

Fawait menggarisbawahi bahwa upaya perbaikan ini tidak dapat dituntaskan dalam satu tahun anggaran dan menuntut sinergi serta pemahaman mengenai pembagian kewenangan jalan antar-tingkat pemerintahan.

22 Nov 2025 - 13:20
Pemkab Jember Butuh Rp1,2 Triliun untuk Infrastruktur Jalan Rusak, Bupati Fawait: Perbaikan Dilakukan Bertahap
Bupati Jember dalam acara Bunga Desaku di Kecamatan Kencong.(Ulum/SJP)

JEMBER, SJP– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah memulai proses pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa perbaikan ini akan dilakukan secara bertahap mengingat besarnya kebutuhan anggaran yang mencapai angka fantastis, yakni Rp1,2 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Fawait pada pertemuan kelompok pengajian dan guru ngaji yang berlangsung di Loji milik PTPN 11 Kencong, Jumat (21/11/2025), dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku di Kencong.

Fawait menggarisbawahi bahwa upaya perbaikan ini tidak dapat dituntaskan dalam satu tahun anggaran dan menuntut sinergi serta pemahaman mengenai pembagian kewenangan jalan antar-tingkat pemerintahan.

Bupati Jawait menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terkait status kewenangan jalan, mengingat perbaikan harus sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalan desa tidak dapat serta merta dilakukan oleh Pemkab Jember.

"Usulan pembangunan jalan harus melalui mekanisme penyerahan usulan terlebih dahulu dari pemerintah desa kepada pemerintah kabupaten," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut jalan yang berada di bawah kewenangan provinsi atau pemerintah pusat tidak dapat diperbaiki langsung oleh Pemkab, melainkan harus dikoordinasikan.

"Ini bukan hanya pekerjaan bupati atau pemkab saja. Ini adalah kerja bersama seluruh Kepala OPD, Pak Camat, dan Kepala Desa," ujar Fawait. 

Total usulan jalan rusak yang telah terkumpul dan memerlukan perbaikan mencapai Rp1,2 triliun. Dengan besarnya angka tersebut, Pemkab Jember menegaskan bahwa realisasi perbaikan jalan harus dilakukan secara bertahap.

Ia menjelaskan bahwa usulan yang diajukan pada tahun 2025, misalnya, akan masuk dalam realisasi tahun anggaran 2026. Ia meminta kesabaran masyarakat karena proses perbaikan memerlukan perencanaan matang dan alokasi anggaran yang memadai.

"Maka kita bertahap. Jangan sampai usul hari ini, besok minta diaspal. Itu sulapan," kata Fawait.

Meskipun dilakukan bertahap, Pemkab Jember berkomitmen penuh untuk memperhatikan dan merealisasikan perbaikan infrastruktur, termasuk pengaspalan dan penerangan jalan, yang juga menjadi bagian dari program kolaborasi bersama insentif tokoh agama.

Bupati meyakinkan bahwa sinergi antara bupati dan kepala desa menjadi kunci untuk menjadikan kondisi Jember lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

"Yang penting, jalannya akan tetap kami perhatikan," pungkasnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow