Pemilik SPPG Penyuplai MBG Jombang Menampik Temuan Dewan Pendidikan

Dihadapan wartawan, Lilis Wijayati menampik temuan Dewan Pendidikan Jombang soal susu kedaluarsa, jeruk berbelatung dan juga nasi goreng basi.

04 Sep 2025 - 16:59
Pemilik SPPG Penyuplai MBG Jombang Menampik Temuan Dewan Pendidikan
Dewan Pendidikan Jombang saat bertemu dengan pemilik SPPG di Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Pemilik Satuan Penanganan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyuplai makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bermasalah buka suara.

Pemilik SPPG di bawah yayasan Puspa Wijaya Abadi di Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang bernama Lilis Wijayati, menampik hasil temuan monitoring Dewan Pendidikan. 

Di hadapan wartawan, Lilis Wijayati menampik temuan Dewan Pendidikan Jombang soal susu kedaluarsa, jeruk berbelatung dan juga nasi goreng basi.

Namun, Ia tidak menampik adanya keterlambatan dalan proses pendistribusian makanan ke sejumlah sekolah, dengan dalih masih awal dan belum siap. 

"Kalau yang hari Senin itu semua makanan fresh, dimasak pukul 06.45 WIB. Jadi Insyallah kalau menu basi tidak ada," kata Lilis dalam pesan ditulis wartawan, Kamis (4/9/2025). 

Lilis Wijayati mengaku kepada wartawan sebagai vendor SPPG, namun ternyata dialah pemilik dari SPPG itu. Bahkan, Ia juga mengaku sebagai mertua kapolres yang berdinas di Lampung. 

Saat disinggung adannya susu kedaluarsa, pihaknya mengaku sudah sesuai dan tidak ada yang kedaluarsa. Lilis sepenuhnya membantah. 

"Soal susu, bisa dicek langsung, itu tidak ada," kata dia.

Kendati demikian, meski tak mengakui secara utuh, Lilis berjanji akan melakukan evaluasi persoalan ini. 

"Akan menjadi pembelajaran buat kami. Maklum kita masih awal, kita berjanji untuk lebih tepat waktu," tandasnya. 

SPPG Kepatihan Yayasan Puspa Wijaya Abadi ini melayani 2.200 siswa dari 5 lembaga pendidikan di Kecamatan Jombang. Yaitu SMPN 1 Jombang, SMPN 2 Jombang, SDN Kepatihan, TK Al Amanah, dan TK Al Banuun.

Sebelumnya, proses distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar di Jombang menuai sorotan dari Dewan Pendidikan Jombang.

Hal itu menyusul adanya keluhan siswa atas sajian menu yang dihidangkan hingga adanya laporan wali murid, jika ada siswa yang mengalami diare dan mual usai menyantap makanan program MBG. 

Benar saja, dalam monitoring Dewan Pendidikan Jombang di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Jombang, mendapati menu MBG susu kadaluarsa, jeruk belatung dan nasi goreng basi. 

"Kami menggali informasi dari masukan warga, temuannya ada beberapa ada susu kadaluarsa, jeruk belatung dan nasi goreng basi, jeruknya ini kemarin," kata Ketua Dewan Pendidikan Jombang, Cholil Hasyim saat diwawancarai wartawan, Rabu (3/9/2025) kemarin. 

Temuan itu, sambung Cholil Hasyim akan ditindaklanjuti guna perbaikan. Terlebih, program ini merupakan program Presiden Prabowo.

Dewan Pendidikan Jombang berkomitmen untuk terus mengawal keluhan masyarakat di bidang pendidikan untuk kemajuan Jombang. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow