Dorong Penggunaan Energi Terbarukan, PJT I Serahkan Lima IPAL Biogas di Tulungagung

Keberadaan IPAL Biogas merupakan contoh nyata bagaimana limbah ternak yang selama ini dianggap masalah bisa diubah menjadi energi bermanfaat.

04 Sep 2025 - 16:29
Dorong Penggunaan Energi Terbarukan, PJT I Serahkan Lima IPAL Biogas di Tulungagung
Tim dari PJT I memantau instalasi pengolahan limbah biogas di salah satu rumah warga Desa Kradinan, Pagerwojo. (Istimewa)

TULUNGAGUNG - Perum Jasa Tirta I (PJT I) menyerahkan bantuan lima titik Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Biogas di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi alternatif terbarukan berbasis masyarakat.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. 

“Kami percaya bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan membawa manfaat ganda, tidak hanya bagi kelestarian alam tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” jelasnya, Kamis (4/9/2025).

Menurut Fahmi, keberadaan IPAL Biogas merupakan contoh nyata bagaimana limbah ternak yang selama ini dianggap masalah bisa diubah menjadi energi bermanfaat.

Teknologi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi warga setempat.

“Desa Kradinan ini dapat menjadi percontohan pengelolaan limbah berbasis energi bersih di wilayah Tulungagung dan sekitarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahmi menyebutkan program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bangsa di bidang pangan, energi, dan air.

Kehadiran IPAL Biogas diharapkan memperkuat ketahanan energi berbasis masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Kehadiran IPAL Biogas adalah langkah nyata PJT I dalam menjaga keseimbangan antara ketahanan energi dan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menambahkan bahwa IPAL Biogas hadir sebagai solusi pengelolaan limbah ternak yang berwawasan lingkungan. Limbah yang diolah tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menghasilkan energi alternatif berupa biogas.

“Bantuan PJT I ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan dalam mengimplementasikan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Andriana.

Selain menghasilkan energi, Andriana menekankan bahwa program ini juga meningkatkan kualitas hidup warga. Lingkungan menjadi lebih sehat, bau limbah berkurang, serta kualitas air tanah tetap terjaga.

“Inilah wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak sekadar seremonial, tetapi memberi manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow