Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan Untuk 80 Ribu Warga di Tulungagung, Jumlah Penerima Menurun
Jumlah penerima bantuan tahun 2025 ini tercatat sebanyak 80.875 jiwa, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 90.427 penerima manfaat. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan sistem pendataan.
TULUNGAGUNG, SJP - Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada lebih dari 80 ribu warga miskin di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan ini dijadwalkan berlangsung mulai 22 hingga 28 Juli 2025 dan menyasar keluarga penerima manfaat yang terdaftar dalam data terbaru dari pemerintah pusat.
Jumlah penerima bantuan tahun ini tercatat sebanyak 80.875 jiwa, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 90.427 penerima manfaat. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan sistem pendataan, dari sebelumnya menggunakan data kemiskinan ekstrem menjadi gabungan data DTKS dan data terbaru kemiskinan nasional atau DTKSN.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan ini merupakan hasil sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bulog, hingga aparat TNI dan Polri. Ia berharap bantuan ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Dalam melaksanakan penyaluran bantuan pangan yaitu berupa beras yang per bulan 10 kilo. Karena ini kemarin belum dilaksanakan, ini kita rapel. Jadi hari ini per orang dapat 20 kilo karena yang bulan kemarin belum diserahkan. Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. Semoga kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya usai memantau distribusi di wilayah Kecamatan Ngantru, Sabtu (26/7/2025).
Gatut Sunu juga menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menangani kerawanan pangan dan mendukung warga miskin di daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung, Agus Suswantoro, menyebutkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan mencakup seluruh desa di wilayah Tulungagung. Hingga pertengahan jadwal distribusi, sekitar 50 persen bantuan telah berhasil disalurkan.
“Pelaksanaannya mulai tanggal 21 kemarin, nanti berakhir tanggal 28. Karena jumlahnya banyak dan ini mencakup seluruh desa di Kabupaten Tulungagung. Dibanding tahun kemarin memang ada penurunan. Kalau tahun kemarin kita menerima 90.427 penerima manfaat, sekarang tinggal 80.875. Pengurangan ini dikarenakan perubahan data dari kemiskinan ekstrem ke data DTKSN,” jelas Agus.
Bantuan pangan ini diberikan dalam bentuk beras 10 kilogram per bulan untuk setiap penerima. Karena sempat tertunda, pada bulan Juli ini bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan, sehingga masing-masing menerima 20 kilogram.
Sementara itu, salah satu warga penerima bantuan, Suwito, mengaku baru pertama kali mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. Ia merasa terbantu dengan adanya bantuan ini, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.
“Baru pertama kali ini dapat bantuan. Ya kira-kira cukup untuk dua pekan. Di rumah ada lima orang, anak satu sama cucu tiga,” ujar Suwito yang sehari-hari bekerja sebagai buruh muat pasir.
Untuk mengambil bantuan, warga penerima diwajibkan membawa surat undangan yang dibagikan oleh ketua RT masing-masing serta menunjukkan KTP dan KK sebagai bukti identitas.
Proses distribusi dilakukan di titik-titik yang telah ditentukan oleh pemerintah desa bekerja sama dengan Bulog dan aparat keamanan guna memastikan ketertiban dan tepat sasaran.
Dengan adanya program ini, diharapkan beban masyarakat dapat sedikit berkurang, terutama dalam menghadapi kebutuhan pokok harian di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Pemerintah juga terus mengevaluasi dan memperbaiki data penerima manfaat agar bantuan dapat diberikan secara adil dan tepat sasaran. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

