Pelesetkan Laskar Sabilillah Jadi Laskar Dajjalillah, Pengasuh Pondok di Probolinggo Dipolisikan

Salah satu tindakan yang dilaporkan yaitu tindakan memplesetkan kata Laskar Sabilillah menjadi Laskar Dajjalillah

18 Jan 2025 - 17:34
Pelesetkan Laskar Sabilillah Jadi Laskar Dajjalillah, Pengasuh Pondok di Probolinggo Dipolisikan
Ketua PWI-LS Probolinggo Raya, Ismail Rakhmat saat melapor ke Polres Probolinggo Kota. (Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Perseteruan antara kelompok Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Probolinggo Raya dengan panitia pengajian Isra Mikraj dan haul di Pesantren Al Hujjah terus memanas.

Pengurus PWI-LS Probolinggo Raya melaporkan Abdul Wafi selaku panitia penyelenggara pengajian yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Hujjah ke Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo Kota, Jumat (17/1/2025).

Laporan itu dilayangkan setelah Abdul Wafi dianggap menuduh oknum PWI-LS merobek spanduk pengajian yang terpasang di Perempatan Kademangan. PWI-LS juga dituding menolak pengajian yang rencananya akan dihelat pada 19 Desember 2025.

Selain karena itu, Abdul Wafi juga dilaporkan karena diduga menyebarkan pesan suara yang berisi kecaman terhadap PWI-LS. Bahkan dalam pesan suara tersebut, Abdul Wafi menyampaikan akan melaknat siapa pun yang bergabung dengan PWI-LS.

Ketua PWI-LS Probolinggo Raya, Ismail Rakhmad Maksum menjelaskan, tuduhan Abdul Wafi tersebut tidak berdasar dan tanpa meminta klarifikasi terlebih dahulu kepada PWI-LS. 

"Kedatangan kami ke Mapolres Probolinggo Kota ini untuk melaporkan itu. Karena tudingan Wafi tidak berdasar. Tanpa klarifikasi kepada kami,” tegasnya, Sabtu (18/1/2025).

Ismail juga membantah tudingan Abdul Wafi yang menyebut anggota PWI-LS telah merobek spanduk pengajian. Pihaknya juga mengutuk keras pernyataan Abdul Wafi yang dinilai telah merendahkan muruah PWI-LS.

Sebab Ismail menjelaskan, PWI-LS didirikan oleh para kiai sepuh pengasuh pondok pesantren. Karena itu, pihaknya sangat menjaga muruah serta kehormatan para kiai sepuh pendiri PWI-LS.

Sementara itu, Bendahara PWI-LS Probolinggo Raya, Solehuddin mengaku telah mengantongi bukti berupa video dan rekaman pesan suara yang berisi tudingan dan fitnah terhadap PWI-LS.

Pihaknya mengaku geram ketika nama laskar sabilillah dipelesetkan menjadi laskar dajjalillah. Tindakan itu dinilai sangat tidak pantas dan tidak dapat diterima.

Hingga berita diterbitkan, Abdul Wafi selaku pihak yang dilaporkan dalam perkara ini tidak memberikan respons terhadap tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Jurnalis Suara Jatim Post telah mencoba mengonfirmasi Abdul Wafi melalui saluran telepon dan aplikasi WhatsApp. Namun tidak ada jawaban atas laporan yang menyeret namanya.

PWI-LS telah menerima Laporan Polisi (LP) dari Polres Probolinggo Kota terkait kasus ini. Hingga saat ini, proses hukum terus berlanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow