Pelatihan Kerja Jadi Upaya Atasi Masalah Pengangguran di Kabupaten Blitar
Pemkab Blitar menggelar pelatihan kerja, dan hal ini sebagai upaya mengatasi masalah pengangguran di wilayahnya.
BLITAR, SJP - Meskipun angka pengangguran di Kabupaten Blitar sudah berangsur turun, Pemkab Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus berupaya untuk mengatasi masalah pengangguran.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Blitar menurun 0,4 persen. Dari sebelumnya 5,45 persen turun menjadi 4,91 persen.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar Nanang Adi mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pengangguran dengan cara menggelar pelatihan kerja berbasis kompetensi. Pada awal tahun 2025 ini, pihaknya sudah menggelar pelatihan kerja barista kepada puluhan peserta.
"Pelatihan kerja ini menjadi salah satu cara kami untuk mengurai angka atau tingkat pengangguran di Kabupaten Blitar. Jadi, kami berikan pelatihan berbasis kompetensi agar para peserta memiliki kemampuan serta value yang bisa diandalkan," kata Nanang, Senin (28/4/2025).
Pelatihan kerja tahap pertama pada tahun 2025 ini digelar selama 10 hari, mulai tanggal 16 hingga 28 April 2025. Menurut Nanang, para peserta tidak hanya mendapat materi secara teori, melainkan bisa praktek secara langsung dan mendapat sertifikat kompetensi.
"Yang tahap pertama ini, pelatihan barista. Nah, sertifikat kompetensi yang didapat bisa digunakan untuk melamar pekerjaan atau bisa juga membuka lapangan kerja sendiri," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan kerja berbasis kompetensi bernama Bela Oktavianti mengaku ingin memiliki usaha coffee shop sendiri. Selama ini, hanya belajar secara otodidak dan sekarang memiliki kesempatan mengikuti pelatihan kerja barista.
"Inginnya memang punya usaha sendiri. Setelah mengikuti pelatihan, nanti segera dipraktekan di rumah," imbuhnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

