Pelajar MTs Terjatuh di Gunung Cemenung, Damkar Tulungagung Lakukan Evakuasi

Tidak melulu mengurusi soal kebakaran, kali ini petugas Damkar Tulungagung, dilapori warga untuk mengevakuasi anaknya yang terjatuh di gunung.

10 Aug 2025 - 22:12
Pelajar MTs Terjatuh di Gunung Cemenung, Damkar Tulungagung Lakukan Evakuasi
Tim SAR gabungan mekakukan evakuasi remaja kecelakaan saat mendaki gunung Cemenung, Tulungagung. (Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP - Suasana tenang di Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, mendadak berubah tegang pada Minggu (10/8/2025) siang. Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) terjatuh saat menuruni Gunung Cemenung, sebuah bukit setinggi 385 meter di atas permukaan laut yang menjadi salah satu lokasi favorit pendakian warga setempat.

Korban diketahui bernama Keisha Alvaro Prayogi, warga Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, yang masih duduk di bangku kelas I MTs. Peristiwa berawal ketika korban naik gunung Cemenung bersama tiga temannya. Namun, ketika perjalanan turun, langkahnya terpeleset di jalur yang sedikit curam. Tubuhnya terhempas di bebatuan, menyebabkan luka babras di beberapa bagian tubuh, serta mengalami pusing, mual, dan muntah hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Melihat kondisi Keisha, teman-temannya panik dan langsung menghubungi ibunya, Siti Kolilah. Tanpa pikir panjang, sang ibu segera melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung. Laporan masuk diterima petugas piket sekitar pukul 13.35 WIB.

Tak butuh waktu lama, enam personel Damkar bergegas ke lokasi, dibantu personel dari BPBD Tulungagung, Polsek Rejotangan, aparat Pemerintah Desa Tenggong, serta warga. Dengan membawa peralatan evakuasi seperti tandu basket dan tali pengaman, tim evakuasi berangkat naik gunung menjemput korban.

Menurut Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, proses penyelamatan berlangsung penuh tantangan. Jalur sempit dan curam serta semak belukar di sepanjang jalur, membuat evakuasi tidak bisa dilakukan tergesa-gesa.

"Jalur di Gunung Cemenung cukup sempit dan menanjak. Kami harus berhati-hati saat membawa korban menggunakan tandu agar tidak membahayakan kondisi korban maupun tim penyelamat," jelas Iwan.

Evakuasi yang berlangsung sekitar satu jam itu dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Korban akhirnya berhasil dibawa turun dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

"Syukurlah evakuasi berjalan lancar dan korban berhasil kami selamatkan dalam keadaan sadar, meski masih mengalami luka dan pusing akibat jatuh," tambah Iwan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga, terutama anak-anak, untuk selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di medan alam, apalagi ketika kondisi jalur licin dan curam. (*)

Editor: Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow