Ikon Lama Jalan Tunjungan Dibongkar, Pemkot Surabaya Siapkan JPO Baru yang Modern dan Estetik

Empat dekade berdiri, JPO Siola akhirnya dibongkar. Pemkot Surabaya siapkan jembatan baru terbuka dan estetik, target rampung Desember 2025 sebagai ikon baru Tunjungan.

10 Aug 2025 - 22:55
Ikon Lama Jalan Tunjungan Dibongkar, Pemkot Surabaya Siapkan JPO Baru yang Modern dan Estetik
Sisa struktur JPO Siola di Jalan Tunjungan usai dibongkar, mengakhiri hampir 40 tahun sejarahnya sebagai penghubung ikonik kawasan tersebut (Pemkot Surabaya for SJP)

SURABAYA , SJP - Setelah hampir empat dekade berdiri, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan resmi dibongkar. Keputusan tersebut diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya usai kajian teknis yang menemukan struktur jembatan yang dibangun pada 1987 itu sudah rapuh dan tak lagi terintegrasi optimal dengan wajah baru kawasan heritage Tunjungan

JPO Siola bukan sekadar sarana penyeberangan. Pada era akhir 1980-an hingga 1990-an, jembatan tersebut semlat menjadi nadi penghubung antara pusat perbelanjaan modern Siola, ikon belanja Surabaya kala itu dengan deretan pertokoan dan kantor di seberang jalan. 

Di masa jayanya, ribuan pejalan kaki melintasi jembatan ini setiap hari, baik untuk berbelanja, bekerja, maupun sekadar menikmati pemandangan Tunjungan dari ketinggian.

Namun, seiring berubahnya fungsi Siola menjadi Mal Pelayanan Publik dan bangunan sekitarnya beralih peran, membuat arus pengguna JPO menurun.

Struktur yang menua, ditambah desain tertutup yang dinilai kurang sesuai dengan penataan kawasan Tunjungan yang semakin terbuka, membuat jembatan ini akhirnya harus diremajakan.

"Jembatan itu harus terkoneksi dan mencerminkan kondisi Jalan Tunjungan saat ini. Nantinya bentuknya tetap jembatan, tapi lebih terbuka agar bisa jadi tempat foto dengan view dari ketinggian," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (10/8/2025).

Menurut Eri, pembangunan jembatan baru tidak akan banyak menggunakan dana APBD. Pemkot akan menggandeng investor dan tenaga ahli melalui skema kerja sama, termasuk program CSR. "Harapannya, Jalan Tunjungan makin ramai dan jadi spot menarik bagi warga," tambahnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menegaskan pembongkaran ini bukan keputusan mendadak. Kajian independen awal 2025 menemukan sejumlah bagian jembatan yang runtuh dan rapuh sehingga dinyatakan tidak aman.

"Berdasarkan kajian, jembatan itu memang sudah ada yang rapuh. Karena itu harus segera diselamatkan dan dibangun kembali," jelasnya.

Wiwiek memastikan fungsi utama JPO sebagai penghubung pejalan kaki tetap dipertahankan, menghubungkan Gedung Siola dengan Jalan Tanjung Anom. Namun, desain baru akan dibuat lebih estetik dan terbuka agar menarik secara visual dan layak menjadi spot swafoto.

Pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2025 dan dapat digunakan awal 2026. Pemkot juga menjamin proses pembangunan tidak akan mengganggu aktivitas warga karena jadwal pengerjaan disesuaikan dengan arus lalu lintas.

Dengan rencana tersebut, Pemkot berharap JPO baru tak hanya mengembalikan fungsi praktisnya, tetapi juga menghadirkan napas baru di tengah wajah klasik Tunjungan menyatukan sejarah, fungsi, dan daya tarik visual dalam satu bentang modern di jantung Kota Pahlawan. (*)

Editor: Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow