Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masuk 3 Titik Yang Diidentifikasi Alami Kepadatan Selama Nataru

Menteri Perhubungan katakan Ketapang merupakan 1 dari 3 titik yang diidentifikasi bakal mengalami kepadatan luar biasa selama Nataru. Dua titik lainnya adalah Cipali dan Merak. 

16 Dec 2023 - 16:30
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masuk 3 Titik Yang Diidentifikasi Alami Kepadatan Selama Nataru
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat memberi keterangan kepada wartawan, Sabtu (16/12/2023).(SJP)

Kabupaten Banyuwangi, SJP - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pantau kesiapan Pelabuhan ASDP Cabang Ketapang sambut libur natal dan tahun baru. 

Selain pemantauan, Menhub juga menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kebijakan di antaranya petinggi PT. ASDP Indonesia Ferry, Korlantas Polri, KSOP, BPTD dan sejumlah stakeholder lainnya. 

Rapat tersebut berlangsung di kantor cabang ASDP Ketapang, Sabtu (16/12/2023).

Budi katakan, Ketapang merupakan 1 dari 3 titik yang diidentifikasi bakal mengalami kepadatan luar biasa selama Nataru. Dua titik lainnya adalah Cipali dan Merak. 

"Kita memang mengidentifikasi ada tiga titik yang krusial. Yaitu Merak, Cipali dan Ketapang," kata Budi. 

Oleh karenanya untuk memaksimalkan angkutan Nataru berbagai upaya dimatangkan seperti halnya penambahan dermaga Movable Bridge (MB) IV di Pelabuhan Gilimanuk. 

Dermaga itu sudah dapat beroperasi selama Nataru.

Dermaga MB IV itu bakal berpasangan dengan Dermaga MB IV yang ada di Pelabuhan LCM Ketapang

Selain itu, untuk mengantisipasi penumpukan, ASDP Ketapang juga bakal memperbantukan 5 kapal besar untuk melayani penyebrangan Ketapang - Gilimanuk.

"Kabar gembiranya ada tambahan lima kapal yang relatif besar sehingga daya tampung yang akan menyebrang ke Bali akan bertambah dan terakomodasi dengan baik," ujarnya. 

Adanya penambahan kapal itu diharapkan VC rasio atau perbandingan antara volume lalulintas dan kapasitas pelabuhan atau jalan akan semakin rendah atau turun.

"Maka yang akan terjaid v/c rasio rendah yang tadinya everage 067 - 068 bisa menjadi 057 atau 58," jelasnya.

Kendati demikan, Budi meminta ASDP untuk tetap memperhitungkan angka kritis V/C rasio.

"Saya juga ingatkan bahwa angka V/C rasio itu berapa yang kritis kalau di darat itu 70 maka nanti akan ada perhitungan oleh ibu Dirut," tegasnya.

Budi menegaskan, saat V/C rasio sudah berada pada ambang batas maka akan ada penghentian penjualan tiket.

"Ini menjadi penting untuk kita ketahui bersama," tegasnya.

Peniadaan rute long distance ferry (LDF) dari Pelabuhan Ketapang juga menjadi alternatif yang dimunculkan. 

Bila biasanya di Ketapang bisa melayani penyeberangan menuju Pelabuhan Lembar, NTB selama Nataru ditiadakan.

Rute LDF selanjutnya bakal dialihkan dari Lembar ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo atau sebaliknya. Pun juga diberlakukan di Pelabuhan Tanjungwangi - Lembar atau sebaliknya. 

"Bahwa di Tanjungwangi ada kemungkinan macet Polres sudah menyediakan kantong untuk mengurai kemacetan," bebernya.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Brigjen Pol Aan Suhanan mengatakan bakal ada penerapan rekayasa lalu lintas di sekitar Pelabuhan Ketapang.

"Kami tetap mengantisipasi karena animo masyarakat yang akan memanfaatkan libur Natal dan tahun baru kemungkinan ada peningkatan dari tahun lalu," kata dia.

Rekayasa yang dimaksud adalah penyiapan kantong parkir di lokasinya sekitar 2-3 kilometer (km) dari Pelabuhan.

"Ketika di Pelabuhan Ketapang, Jangkar, atau Bulusan padat, kami akan mengalihkan atau menyetop kendaraan masuk ke tempat parkir. Kalau pelabuhan kosong, akan kami suplai dari pelabuhan," ujarnya.

Dirut ASDP Ira menjelaskan, beberapa kebijakan yang diambil tahun ini merupakan hal baru jika dibandingkan musim libur Nataru pada tahun sebelumnya. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow