Pasca Keracunan, Siswa Kapok Makan MBG dan Orang Tua Khawatir, Wabup Tulungagung Imbau Warga Tak Panik

Salah satu siswa mengaku merasakan pusing hebat hingga penglihatan berputar setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di sekolah. Ia mengaku trauma dan enggan kembali mengonsumsi makanan serupa.

13 Oct 2025 - 22:31
Pasca Keracunan, Siswa Kapok Makan MBG dan Orang Tua Khawatir, Wabup Tulungagung Imbau Warga Tak Panik
Wakil Bupati Tulungagung menjenguk siswa SMPN 1 Boyolangu yang diduga mengalami keracunan dan dirawat di Puskesmas Boyolangu. ( Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Dugaan keracunan makanan massal yang dialami puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung, setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (13/10/2025), membuat siswa trauma.

Sebanyak 62 siswa mengeluh pusing dan mual, bahkan beberapa di antaranya sampai muntah dan harus mendapat perawatan di Puskesmas setempat, 4 diantyaranya dirujuk ke RSUD dr. Karnaeni Campurdarat.

Salah seorang siswa, Puji Dwi Afandi, mengaku merasakan pusing hebat hingga penglihatan berputar setelah menyantap MBG yang dibagikan di sekolah. Ia mengaku trauma dan enggan kembali mengonsumsi menu serupa. 

“Rasanya kepala pusing, buat melihat itu kayak berputar-putar. Kapok, tidak mau lagi makan MBG,” ungkapnya.

Selain membuat siswa trauma, kekhawatiran juga melanda sejumlah orang tua siswa. Salah satunya Asmiati, ia mengaku khawatir dan berharap program MBG dihentikan sementara sampai penyebab pasti kejadian diketahui. 

"Ya susahlah, Pak. Kalau gini mendingan enggak usah dimakan saja kalau dikirim (MBG)," ujarnya

Ia menilai, daripada menimbulkan korban, lebih baik makanan tidak dikirim lebih dulu. Menurutnya dengan adanya kejadian ini, semua orang tua akan melarang anaknya memakan yang dikirim oleh SPPG ke sekolah.

"Mungkin semua orang tua kan bilangnya ndak usah dimakan. Daripada mubadzir ndak dimakan kan mending ndak usah dikirim makanan, kalau saya gitu," imbuhnya.

Ia menambahkan, anaknya mengalami pusing dan mual, sementara teman-temannya bahkan ada yang sampai muntah usai makan.

Senada dengan itu, Nur Suwito, wali murid lainnya, mengatakan anaknya mengalami mual setelah mengonsumsi makanan MBG. Ia mengetahui kabar dugaan keracunan dari tetangganya yang juga orang tua siswa di sekolah yang sama.

Menurutnya, kasus ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap penyedia makanan program MBG. 

“Yo mending dihentikan dulu. Masalahe pengawasane kurang. Sebelum-sebelumnya juga kan sudah banyak kejadian di tempat lain,” ucapnya. 

Ia mengaku sudah sering melarang anaknya makan menu MBG karena khawatir terjadi keracunan seperti yang ramai diberitakan di media sosial. Menurutnya program MBG sebaiknya tidak diberikan merata untuk seluruh siswa, tetapi dipilih yang benar-benar kurang mampu.

"Maksude iki (maksudnya) dipilih-pilih sing (yang) memang betul-betul ndak mampu lah kalau dikasih sumbangan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin turun langsung ke Puskesmas Boyolangu untuk meninjau penanganan para siswa.

Ia memastikan seluruh korban sudah mendapatkan perawatan medis dan menegaskan bahwa biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

"Saya harap masyarakat Tulungagung tidak usah panik, enggak usah grogi dengan adanya MBG. Karena ini mungkin tidak ada unsur kesengajaan. Mudah-mudahan kejadian ini menjadi yang pertama dan yang terakhir," ujar Baharudin.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.

Soal kemungkinan status Kejadian Luar Biasa (KLB), Baharudin mengatakan hal itu akan diputuskan setelah koordinasi lebih lanjut dengan Bupati Tulungagung.

"Anak-anak sudah ditangani dengan baik, mudah-mudahan secepatnya sehat. Untuk biaya perawatan nanti semuanya ditanggung Pemkab," tambahnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow