Gempabumi Tektonik M5,0 Guncang Sumenep dan Pulau Sapudi, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa tektonik M5,0 mengguncang wilayah Sumenep dan Pulau Sapudi, Jawa Timur, Senin (13/10/2025) siang. BMKG memastikan gempa dangkal akibat sesar naik ini tidak berpotensi tsunami, namun merupakan bagian dari 192 gempa susulan pascagempa M6,5 akhir September lalu.
JAKARTA, SJP — Guncangan kembali terasa di wilayah timur Jawa Timur. Senin (13/10/2025) siang, tepat pukul 14.10 WIB, gempa tektonik bermagnitudo M5,0 menggoyang kawasan Pantai Tenggara Sumenep dan Pulau Sapudi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 41 kilometer arah timur laut Situbondo, pada kedalaman hanya 12 kilometer. Lokasi episenter berada di koordinat 7,37° LS dan 114,15° BT.
Jenis gempa ini dikategorikan sebagai gempabumi dangkal, akibat aktivitas sesar naik (thrust fault) yang masih aktif di kawasan bawah laut utara Jawa Timur. Mekanisme ini menunjukkan adanya dorongan vertikal lempeng yang menimbulkan getaran kuat di permukaan.
Guncangan dirasakan cukup kuat di Pulau Sapudi dengan skala intensitas III–IV MMI, di mana banyak warga merasakan getaran jelas hingga benda-benda rumah tangga berderik dan bergoyang.
Di wilayah Sumenep sendiri, getaran terasa dengan skala III MMI, sedangkan Pasuruan dan Pamekasan mengalami getaran lebih ringan, sekitar II–III MMI.
Bahkan di Kota Malang, yang berjarak cukup jauh, getaran masih sempat terasa oleh sebagian warga dengan skala II MMI — cukup untuk membuat lampu gantung dan benda ringan berayun perlahan.
BMKG menyebut, gempa M5,0 kali ini merupakan bagian dari rangkaian susulan (aftershock) dari gempa utama berkekuatan M6,5 yang mengguncang Sumenep dan Pulau Sapudi pada 30 September 2025 lalu. Hingga Senin sore (13/10), total sudah tercatat 192 kali gempa susulan dengan berbagai variasi kekuatan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG juga mengingatkan warga agar tidak berada di sekitar bangunan retak atau rusak, serta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.
Meski berada di laut, pemodelan BMKG memastikan gempabumi ini tidak memicu tsunami. Getaran memang terasa luas, namun energi yang dilepaskan tidak cukup untuk menggerakkan massa air laut dalam skala besar. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: http://www.bmkg.go.id
What's Your Reaction?

