Pasca Erupsi 2.000 Meter, Gunung Raung Terpantau Keluarkan Sinar Api

KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Raung merilis jika telah terjadi erupsi pada tanggal 20 Juni 2025 pukul 02:24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekira 1.000 m di atas puncak.

20 Jun 2025 - 17:31
Pasca Erupsi 2.000 Meter, Gunung Raung Terpantau Keluarkan Sinar Api
Kondisi Gunung Raung tanggal 20 Juni 2025 (Foto : PVMBG/SJP)
BONDOWOSO, SJP – Gunung Raung, merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur, yang berada pada tingkat aktivitas Level II (Waspada) sejak 19 Desember 2023.

Gunung yang memiliki punca bernama ‘Puncak Sejati’ ini, terjadi erupsi terus menerus sejak 5 Juni 2025. Pada 19 Juni 2025 pukul 04.43 WIB teramati erupsi dengan kolom erupsi tertinggi selama periode erupsi menerus yaitu sekira 2.000 meter di atas puncak.

Sedangkan, pada 20 Juni 2025, mulai pukul 03.02 WIB hingga 05.00 WIB teramati sinar api dari arah kawah/puncak setinggi sekira 50 meter dari atas puncak.

KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Raung merilis jika telah terjadi erupsi pada tanggal 20 Juni 2025 pukul 02:24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekira 1.000 m di atas puncak.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah selatan,” begitu keterangan resmi dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Raung yang diterima suarajatimpost.com.

Selain itu, pengamatan dengan menggunakan citra satelit thermal menunjukkan anomali panas secara visual pada dasar Kawah Raung pada 18 Juni 2025, sedangkan pada 20 Juni 2025 tidak terdeteksi adanya anomali thermal.

“Diduga intensitas panas yang dikeluarkan masih pada level rendah, berasosiasi dengan kemunculan gas bersuhu tinggi pada sistem konduit yang sudah terbuka akibat rangkaian erupsi sejak 5 Juni 2025,” kata ketua Pos Pengamatan Gunung Api Raung, Agung Tri Subakti dalam rilis resminya.

Pasca erupsi tanggal 19 Juni 2025, aktivitas kegempaan Gunung Raung terdiri dari 6 kali gempa letusan atau erupsi, 1 kali gempa tektonik jauh, dan tremor menerus dengan amplitudo 0.5-6 mm, dominan 1 mm. 

Pengamatan energi gempa menunjukkan fluktuasi dan teramati pola turun pada 20 Juni 2025 diduga akibat pelepasan fluida yang cukup besar pada erupsi 19 Juni 2025.

PVMBG juga mencatat, rangkaian erupsi Gunung Raung sejak 5 hingga 20 Juni 2025 menghasilkan material dominan berupa material berukuran abu yang sebarannya sebagian besar terbatas di sekitar kawah sehingga tidak menimbulkan perubahan ancaman bahaya.

“Tingkat aktivitas dinilai masih relevan pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi agar tidak beraktivitas pada radius 3 km dari kawah/puncak,” dikutip dari sumber dalam rilis tersebut.

Sehubungan dengan aktivitas vulkanik Gunung Raung, masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Jangan mudah terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Raung, serta mengikuti arahan dari instansi yang berwenang, yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Raung, Agung Tri Subakti. (*)

Editor : Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow