Pasar Panganan Giri Biyen: Upaya Warga Menghidupkan Kuliner Gresik yang Nyaris Punah
Penyelenggaraan Pasar Panganan Giri Biyen ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya kuliner yang ada di Giri. Sebagai jejak Kerajaan Giri Kedaton, banyak peninggalan warisan budaya kuliner nyaris musnah.
GRESIK, SJP— Suasana Pasar Panganan Giri Biyen meriah Minggu (18/1/2026) pagi. Gelaran event kuliner jaman dahulu (jadul) digelar di kawasan yang terletak di kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik ini.
150 ragam kuliner khas dihadirkan. Seperti Kupat Ketek, Bubur Masin, wedhang, dan berbagai macam lainnya yang notabene menjadi khas kampung Kajen sebagai jejak Kerajaan Giri Kedaton. Seabreg kuliner yang disajikan sekitar 30 pedagang ludes diserbu pengunjung.
"Ini tidak sampai dua jam sudah habis. Padahal jajanannya ditambahi banyak, karena memang antusias pengunjung membludak, kurang lebih 5000 orang yang hadir," kata Muhammad Ma'arif, Ketua Komunitas Giri Simbo,penyelenggara Pasar Panganan Giri Biyen.
Arif mengatakan, penyelenggaraan Pasar Panganan Giri Biyen ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya kuliner yang ada di Giri. Sebagai jejak Kerajaan Giri Kedaton, ia menyebut banyak peninggalan warisan budaya kuliner nyaris musnah.
Seperti halnya kuliner Kupat Ketek. Kuliner yanh terbuat dari tepung beras yang dicuci dengan sumber air di perbukitan Giri itu mulai langka.
"Biar generasi sekarang ini tahu tentang kuliner-kuliner tradisional yang hampir musnah ini," jelasnya.
Menurut Arif, event Panganan Giri Biyen ini sudah berlangsung dua kali yang memikat antusias tinggi masyarakat hingga dari luar daerah seperti Sidoarjo dan Jakarta.
"Ini akan kita adakan setiap Ahad Kliwon, setiap satu bulan sekali," pungkasnya. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

