Parkir Liar Masih Marak di Alun-Alun Batu, Sistem Gate Dipertanyakan

Lemahnya kontrol di kawasan strategis seperti Alun-Alun menunjukkan masih adanya celah dalam tata kelola parkir yang seharusnya menjadi sumber pendapatan daerah sekaligus instrumen pelayanan publik

12 Jan 2026 - 20:49
Parkir Liar Masih Marak di Alun-Alun Batu, Sistem Gate Dipertanyakan
Kawasan Parkir Alun-alun Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Praktik parkir manual yang diduga melanggar ketentuan tarif resmi kembali mencuat di kawasan Alun-Alun Kota Batu. Kasus ini menegaskan bahwa sistem gate parkir yang digadang-gadang sebagai solusi penertiban belum sepenuhnya efektif di lapangan.

Seorang wisatawan asal luar daerah, Yoga mengungkapkan pengalamannya dipungut tarif parkir mobil sebesar Rp10 ribu di area parkir Alun-Alun Kota Batu sisi selatan pada (6/1/2026) malam. Padahal, di lokasi tersebut terpampang jelas plakat tarif resmi parkir yang mencantumkan biaya jauh lebih rendah.

"Saat itu kami bersama rombongan awalnya hendak parkir di Jalan Gajah Mada, namun karena penuh, kami memutuskan masuk ke area Jalan Munif. Usai berwisata, kami diminta membayar Rp10 ribu tanpa disertai karcis resmi. Di situ ada papan tarif parkir. Mobil seingat saya Rp3 ribu. Tapi saat keluar, langsung diminta Rp10 ribu,” katanya saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026).

Meski merasa janggal, Yoga memilih membayar untuk menghindari konflik. Namun, kejadian tersebut menjadi sorotan karena terjadi di kawasan wisata utama yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat pemerintah daerah.

Ironisnya, Pemkot Batu melalui Dinas Perhubungan telah memasang sistem gate parkir di sejumlah titik Alun-Alun dengan tujuan menekan kebocoran retribusi dan mencegah praktik pungutan liar. Sistem ini juga dirancang agar wisatawan mendapatkan karcis resmi sebagai bukti pembayaran.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya titik parkir yang beroperasi secara manual, tanpa karcis, tanpa atribut resmi petugas, dan dengan tarif yang tidak sesuai ketentuan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan Dishub serta potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow