Bulog Pastikan Ketersediaan Beras di Probolinggo Aman Hingga Idulfitri 2026
Bulog Cabang Probolinggo memastikan stok beras di gudang-gudang kita mencapai 81.915 ton. Jumlah ini tersebar di 6 gudang strategis wilayah Probolinggo dan Lumajang.
PROBOLINGGO, SJP - Stabilitas Pasokan di Tengah Hari Besar Keagamaan Menjelang siklus hari besar keagamaan nasional yang jatuh pada awal tahun 2026, stabilitas pasokan pangan menjadi fokus utama pemerintah dan otoritas terkait.
Memasuki bulan Februari, masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Probolinggo dan Lumajang, akan menyambut rentetan momentum penting mulai dari Hari Raya Imlek, bulan suci Ramadan, hingga puncaknya pada Hari Raya Idulfitri.
Sebagaimana pola tahunan, periode ini selalu dibarengi dengan lonjakan permintaan kebutuhan pokok di pasar. Merespons dinamika tersebut, Perum Bulog Cabang Probolinggo mengeluarkan pernyataan resmi terkait ketersediaan salah satu komoditas paling vital, yakni beras.
Kepala Cabang Bulog Probolinggo, Kuswadi, secara tegas memberikan jaminan bahwa cadangan beras di 6 gudang strategis, yang dikelola pihaknya berada dalam kondisi yang sangat mencukupi.
Berdasarkan data terbaru, total stok beras yang tersimpan di gudang-gudang di bawah naungan Bulog Cabang Probolinggo mencapai angka signifikan, yakni 81.915 ton.
"Jumlah besar ini tidak terpusat di satu titik, melainkan tersebar di enam unit gudang strategis yang mencakup wilayah administratif Probolinggo dan Lumajang, guna mempermudah rantai distribusi," kata Kuswadi, Senin (12/1/2026).
Kuswadi memaparkan, sebaran stok tersebut secara mendetail guna menunjukkan transparansi data.
"Untuk rinciannya, di Probolinggo gudang Sukoharjo mencapai 18.080 ton, gudang Kedungasem mencapai 15.705 ton, dan gudang Klaseman mencapai 6.885 ton," imbuh Kuswadi.
Sementara itu, ketahanan pangan di wilayah tetangga, Lumajang, juga ditopang oleh tiga gudang utama dengan rincian, Gudang Curahpetung menyimpan 7.374 ton, Gudang Sumbersuko sebesar 5.597 ton, dan volume terbesar berada di Gudang Besuk yang mencapai 28.304 ton.
Jaminan hingga Lebaran dan kebijakan penyaluran keberadaan stok yang mendekati angka 82 ribu ton tersebut menjadi landasan keyakinan bagi Bulog dalam mengawal inflasi dan kebutuhan warga hingga pertengahan tahun ini.
"Dengan jumlah stok yang saat ini tersedia, maka stok beras hingga Hari Raya Idulfitri dipastikan aman." tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus memitigasi kekhawatiran masyarakat akan terjadinya kelangkaan barang yang sering kali memicu kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat pedagang eceran.
Mengenai mekanisme penyaluran ke pasar, saat ini Bulog memfokuskan pendistribusian pada merek Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini dijadwalkan berjalan secara reguler hingga tanggal 31 Januari 2026. Namun, untuk langkah strategis berikutnya seperti bantuan pangan tahap lanjutan, pihak daerah masih berkoordinasi dengan otoritas pusat.
"Sementara untuk penyaluran melalui bantuan pangan dan SPHP menunggu penugasan dari Badan Pangan Nasional." Paparnya.
Kontribusi Jawa Timur dalam Skala Nasional
Jika menilik pada skala yang lebih luas, posisi stok beras di Jawa Timur merupakan pilar utama ketahanan pangan nasional tahun 2026. Hingga tanggal 8 Januari, total cadangan beras nasional berada di angka 3.351.900 ton, di mana Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar dengan simpanan mencapai 806.248 ton.
Angka ini diprediksi akan terus merangkak naik seiring dengan target ambisius Bulog di tahun 2026 untuk melakukan penyerapan gabah dan beras hasil petani domestik hingga mencapai 4 juta ton.
Dengan sinergi antara penyerapan lokal yang masif dan manajemen stok yang baik, Probolinggo diharapkan dapat melewati masa-masa hari raya dengan kondisi pangan yang stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

