Panic Buying BBM Terjadi di Jember, Pemkab Pastikan Stok Aman
Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember akibat kepanikan masyarakat setelah beredar kabar keterbatasan stok BBM nasional. Pemerintah Kabupaten Jember memastikan stok BBM di wilayah tersebut masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
JEMBER, SJP — Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember. Antrean kendaraan terlihat mengular setelah beredar kabar bahwa stok BBM nasional hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.
Isu tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong membeli BBM karena khawatir terjadi kelangkaan. Kondisi ini bahkan memicu banyak laporan warga melalui layanan pengaduan Wadul Guse milik Pemerintah Kabupaten Jember.
Kabar mengenai keterbatasan stok BBM juga muncul di tengah memanasnya situasi geopolitik global, termasuk ketegangan di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis distribusi energi dunia.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait langsung menggelar rapat koordinasi secara mendadak bersama pihak Pertamina dan Hiswana Migas. Rapat tersebut dilakukan secara daring dan diikuti sejumlah pejabat daerah sebagai langkah antisipasi atas kepanikan masyarakat.
“Kami baru tiba di Surabaya dan mendapat kabar terjadi panic buying di masyarakat karena isu kelangkaan BBM. Karena itu malam ini kami langsung menggelar rapat bersama SBM Pertamina Jember dan Hiswana Migas,” ujar Fawait.
Dalam rapat tersebut, pemerintah memastikan stok BBM di wilayah Jember masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan, saat ini tersedia sekitar 584 ton Pertalite dan 279 ton Pertamax di wilayah Jember. Sementara pihak Pertamina juga menyebut stok BBM di wilayah tersebut mencapai sekitar 580 ton dan distribusi tetap berjalan normal.
Sub Branch Manager (SBM) Pertamina Jember, Andi Reza, menegaskan hingga saat ini tidak ada kendala dalam suplai BBM ke sejumlah SPBU.
“Sejauh ini tidak ada kendala masalah suplai, stok melimpah sekitar 580 ton. Jika diperlukan penambahan penyaluran, Pertamina akan menambah pasokan agar ketahanan stok tetap terjaga,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jember pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Kepanikan dinilai justru dapat memicu antrean panjang dan berpotensi mengganggu distribusi bahan bakar.
Selain itu, Pemkab Jember juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengawasan di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan penimbunan atau praktik penjualan tidak wajar di SPBU.
Ketua Hiswana Migas Besuki Raya, Iqbal Wildan Wardana, juga memastikan ketersediaan BBM di Jember masih dalam kondisi aman.
“Kami pastikan stok BBM tetap aman. Kami juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” katanya.
Pemkab Jember juga meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika ditemukan antrean tidak wajar, dugaan penimbunan, atau praktik penyalahgunaan BBM, masyarakat diminta segera melapor melalui layanan Wadul Guse agar dapat segera ditindaklanjuti. (*)
Sumber: Instagram.com (@wadulguse)
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

