Overload, Volume Sampah TPA Ngipik Gresik Capai 200 Ton per Hari
Volume sampah yang masuk di TPA milik pengelolaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik itu mencapai 200 ton per hari. Perlunya kesadaran masyarakat untuk pemilahan sampah agar mengurangi timbunan sampah ke TPA.
GRESIK, SJP—Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Ngipik yang berada di tengah kota, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memasuki tahap darurat. Volume sampah yang masuk di TPA milik pengelolaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik itu mencapai 200 ton per hari. Melampaui batas kapasitas.
"TPA kita sudah overload, yang masuk ke TPA 190-200 ton perhari," kata Kepala UPT TPA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik Purwaningtyas Noor Mariansyah, Rabu (1/10/2025).
Kepala UPT TPA yang akrab disapa Wawan itu mengatakan jumlah sampah yang datang itu bersumber dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Gresik, terkecuali dua kecamatan di Pulau Bawean.
Menurut dia, secara kajian pihak akademisi TPA Ngipik seluas 7 hektar ini sudah diperkirakan overload sejak tahun 2018. Beroperasi lebih dari 20 tahun, sampah yang berada diTPA Ngipik itu sudah menggunung.
"Namun dari DLH ada tenaga penyuluh mencoba edukasi masyarakat sampai sekolah. Kemudian ada kegiatan GKMS (Gresik Kawasan Merdeka Sampah) mengurangi sampah sehingga timbunan tidak langsung masuk ke TPA," jelasnya.
Lanjut dia, bahwa pengelolaan sampah di TPA Ngipik sudah mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yakni menggunakan dua metode utama sanitary landfill dan controlled landfill.
Di Gresik sendiri, metode yang diterapkan adalah controlled landfill. Air lindi dari timbunan sampah juga tidak dibuang sembarangan. DLH mengolahnya melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kemudian dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman dan mempercepat proses pengomposan.
"Pemerintah berharap ada pemilahan dari hulu sampai hilir, minimal ada dua pemilahan yakni organik maupun non organik untuk mengurangi timbunan sampah di TPA," pungkasnya. (*)
Editor: Danu S
What's Your Reaction?

