Outing Class Maut Mojokerto: Siswa Pamit Berangkat tapi Bilangnya "Saya Mau Pulang.."
Firasat yang diterima orang tua siswa SMP 7 Mojokerto, sebelum insiden maut yang merenggut 3 jiwa.
KOTA MOJOKERTO, SJP - Cerita memilukan datang dari orang tua korban outing class maut SMP Negeri 7 Mojokerto di Pantai Drini, Yogyakarta. Sebuah kenyataan pahit terungkap, ketika orang tua MYP, salah satu korban yang meninggal dunia, mengungkapkan perasaan mereka yang penuh kekhawatiran sebelum kejadian. Seperti sebuah tanda, ada anak yang pamit pada pakde-nya, namun menyebut: 'Saya mau pulang'
Yosef (44), ayah dari MYP, dengan suara terbata-bata menceritakan betapa beratnya melarang anaknya untuk berangkat ke Pantai Drini. "Saya tidak mengizinkan untuk ikut," katanya dengan penuh penyesalan, Senin (27/1/2025) malam.
Ibu korban, Istiqomah (38), juga mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam. Mereka berdua merasa bahwa keputusan untuk melarang anak mereka berangkat bukan tanpa alasan yang kuat. "Keberatan tujuannya ke pantai, cuaca kan berpengaruh," ujarnya, menambahkan perasaan khawatir yang dirasakannya saat itu.
Namun, firasat yang mengganggu hati sang ibu semakin terasa ketika MYP pamit pada pakdenya. Bukan kata "Saya mau berangkat" yang keluar dari mulut anaknya, melainkan "Saya mau pulang." Kata-kata itu kini menjadi kenangan pahit, perpisahan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
MYP, yang merupakan anak kedua dari pasangan Yosef dan Istiqomah, kini telah dimakamkan di pemakaman umum Balongrawe, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Kepergian MYP menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Sebelumnya, kegiatan outing class yang diadakan oleh SMP Negeri 7 Mojokerto di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, berakhir tragis. Dari 257 siswa yang berangkat menggunakan 6 armada bus, hanya sebagian yang kembali selamat. Tiga siswa dinyatakan tewas setelah terseret ombak, sementara satu siswa masih hilang dalam pencarian.
Menurut informasi yang dihimpun, ada 13 siswa yang terseret ombak saat bermain di Pantai Drini. Sembilan di antaranya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara tiga siswa lainnya tidak bisa diselamatkan. Pemerintah Kota Mojokerto turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden ini.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, dalam jumpa pers pada Selasa (28/1/2025), mengungkapkan peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa pagi. "Tepat pukul 07.00 WIB, 13 siswa terseret gelombang laut selatan," ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.
Ali menjelaskan lebih lanjut, korban selamat terdiri dari sembilan siswa kelas 7 SMP Negeri 7 Mojokerto, yaitu FRS, BK, PA, RB, MZZ, AR, AM, AN, dan RR. Sementara korban yang meninggal dunia adalah AAP, MYP, dan BF. Selain itu, satu siswa atas nama RYP masih dalam pencarian.
"Korban meninggal dunia pertama adalah AAP, warga Wates, Gang Flamboyan, Mojokerto; BF, warga Mlirip; dan MYP, warga Kedundung. Korban yang masih hilang adalah RYP, warga Krian, Sidoarjo," jelas Ali dengan wajah penuh duka. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

