Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor, Ikatan Mahasiswa Jombang Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Bencana
Secara mandiri ikatan mahasiswa Jombang melakukan penggalangan dana untuk korban bencana tanah longsor. Mereka pun mengingatkan pemerintah untuk mitigasi bencana.
JOMBANG, SJP - Empati atas korban bencana menggerakkan Ikatan Mahasiswa Jombang Seluruh Indonesia (IMJ SI)mendatangi korban longsor di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Mereka menyalurkan sumbangan uang dan bantuan logistik bagi korban terdampak longsor. Selain memberikan dukungan moril dan materiil kepada korban bencana, mahasiswa juga mengkritik pemerintah dan menegaskan pentingnya mitigasi bencana.
Koordinator IMJ SI, Reza Pahlevi mengatakan tindakan yang dilakukan murni dari rasa peduli mahasiswa asal Kabupaten Jombang atas adanya bencana longsor di Kecamatan Wonosalam yang menelan korban jiwa.
Mewakili komunitas mahasiswa Jombang se-Indonesia, Reza menyampaikan duka mendalam atas bencana alam yang menimpa masyarakat Jombang.
Tidak hanya itu, Reza mendengar langsung keluh kesah warga dibeberapa kecamatan yang terdampak banjir. Banjir berulang terjadi menerjang wilayah Mojoagung, Kesamben, Mojowarno, Jogoroto, Sumobito dan beberapa wilayah lain.
Di situlah pentingnya pemerintah mengambil peran aktif dalam mitigasi bencana. Mengurangi dampak resiko yang muncul akibat bencana.
"Harus mitigasi bencana, sebelum musim penghujan datang harus disiapkan agar bencana bisa diantisipasi," kata Koordinator IMJ SI Reza Pahlevi dalam pesan diterima wartawan, Rabu (29/1/2025).
Reza mengaku mendapat masukan dari warga saat berkunjung ke lokasi pengungsian korban longsor di Desa Sambirejo, Wonosalam, Jombang. Warga berharap langkah pembersihan material longsor dan perbaikan jalan segera dituntaskan.
"Banyak aspirasi di sana, warga meminta pemkab melakukan pembersihan secara tuntas material longsor yang masih tersisa dan perbaikan akses jalan," ucap Mahasiswa Ilmu Hukum, Universitas Trunojoyo Madura ini.
Mengenai bencana Longsor di Wonosalam, Reza menilai hal tersebut mesti menjadi perhatian serius bagi pemerintah di Jombang. Warga terdampak bukan objek yang harus disalahkan karena sebelum kejadian tidak berkenan pindah dari lokasi yang rawan bencana.
Warga beralasan tidak mau berpindah lebih dikarenakan mata pencarihan utama dari kegiatan berkebun. Lahan yang mengalami longsor andalan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Pendekatan yang harus dilakukan dalam hal ini, menyuruh pindah juga harus menjamin pekerjaan, aktifitas bahkan kesejahteraan," beber Reza.
Fauziah Aini wakil koordinator IMJ SI menyebut pihaknya melakukan penggalangan dana pada tanggal 26 dan 27 Januari 2025 lalu. "Tanggal 28 penyaluran donasinya di Wonosalam langsung ke lokasi longsor," kata mahasiswi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung ini.
IMJ SI menyerahkan bantuan berupa uang tunai, Rp 3.855.000, puluhan nasi kotak dan air mineral. Menurut Fauziah, walau yang disalurkan tidak sebanyak bantuan lainnya, ia berharap tetap bisa meringankan beban korban terdampak bencana longsor. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

