OJK Malang Dorong PMI Tingkatkan Literasi Keuangan untuk Bangun Ekonomi Desa

PMI asal Kabupaten Malang dibekali edukasi keuangan oleh OJK agar penghasilan dari luar negeri bisa menopang ekonomi keluarga dan desa secara berkelanjutan.

26 Jun 2025 - 22:33
OJK Malang Dorong PMI Tingkatkan Literasi Keuangan untuk Bangun Ekonomi Desa
OJK Malang edukasi ratusan PMI di Kepanjen, dorong literasi keuangan sebagai pondasi membangun kesejahteraan keluarga dan desa (OJK Malang for SJP)

MALANG, SJP—Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang mengikuti edukasi pengelolaan keuangan di Kepanjen, Kamis (26/6/2025). Kegiatan ini digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang sebagai upaya memperkuat kemampuan finansial para pahlawan devisa.

Data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyebut, Kabupaten Malang masuk dalam lima besar daerah asal terbanyak PMI per Mei 2025. Fakta ini menjadi alasan mengapa PMI diprioritaskan dalam strategi literasi dan inklusi keuangan nasional.

“Kontribusi PMI sangat signifikan bagi ribuan keluarga di daerah ini. Kami tidak ingin jerih payah mereka menguap karena kurangnya pemahaman keuangan,” ujar Farid Faletehan, Kamis (26/6/2025).

Farid menyebut, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru menyentuh 66,46 persen. Sedangkan inklusi keuangan sudah 80,51persen. Selisih 14 persen ini menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang sudah menggunakan jasa keuangan tapi belum paham risiko dan cara kerjanya.

“Mereka yang tidak paham cenderung rentan menjadi korban penipuan,” imbuhnya.

Kegiatan ini digelar dalam rangka Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025. Selain edukasi dari OJK, peserta juga mendapatkan materi dari perencana keuangan, BPJS Ketenagakerjaan, serta BNI yang membawa produk tabungan, KPR, hingga mobile banking.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati menyebut, kegiatan ini penting untuk membekali PMI sebelum berangkat maupun setelah kembali dari luar negeri.

“Semoga ilmu ini bisa dimanfaatkan agar penghasilan bisa dikelola lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian, Tetuko Luhur Setyo Bathoro, berharap para PMI juga menjadi agen literasi di keluarganya masing-masing.

“Kalau keluarga di rumah tidak paham cara mengelola uang, hasil kerja keras kakak PMI bisa sia-sia,” katanya.

Lewat kegiatan ini, para PMI diharapkan tak hanya lebih percaya diri dalam mengelola uang, tapi juga mampu membawa perubahan ekonomi di tingkat keluarga dan desa. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow