Nyadran Dusun Barik Betet Meriah, Pemancingan Akbar Sedot Ratusan Peserta dari Luar Desa

13 Jul 2025 - 11:34
Nyadran Dusun Barik Betet Meriah, Pemancingan Akbar Sedot Ratusan Peserta dari Luar Desa
Mancing mania di Dusun Barik Desa Betet Kecamatan Ngronggot (Foto : Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Tradisi Nyadran Dusun Barik, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, tahun ini berlangsung semarak dan meriah. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, agenda tahunan yang sarat nuansa budaya dan spiritual tersebut, dirangkaikan dengan kegiatan pemancingan akbar yang sukses menyedot ratusan pemancing dari dalam maupun luar desa.

Kegiatan yang digelar di sungai desa setempat pada Ahad pagi (13/7/2025) itu, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dari berbagai penjuru Nganjuk, bahkan luar daerah seperti Kertosono dan Baron.

Panitia menyediakan puluhan kilogram ikan lele dan nila, serta puluhan hadiah hiburan dan doorprize menarik bagi peserta.

"Ini inisiatif bersama warga dan pemuda Dusun Barik bersatu. Selain menjaga tradisi leluhur lewat Nyadran, kami ingin menghidupkan suasana desa dan menggerakkan ekonomi lokal," ujar Ketua Panitia, Sumarwan yang akrab disapa Lek Wan

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemancingan akbar yang berlangsung hingga siang hari. Bahkan, Antusiasme peserta terlihat sejak pagi.

Banyak pemancing datang membawa perlengkapan lengkap, bahkan ada yang datang sejak subuh untuk mendapatkan posisi terbaik.

"Seru sekali, saya sudah ikut dua tahun berturut-turut. Hadiahnya lumayan dan ikannya besar-besar," ujar Budi, pemancing asal Kertosono.

Sejak pagi, area sekitar kolam pemancingan dipadati para pedagang yang menjajakan aneka makanan, minuman, hingga peralatan pancing.

Kehadiran pengunjung dari luar desa menjadi peluang emas bagi pedagang lokal untuk meraup keuntungan.

"Alhamdulillah,bisa buat tambah penghasilan. Baru jam sepuluh gorengan dan es teh diserbu pengunjung. Biasanya jualan di rumah saja, tapi kalau ada acara seperti ini, bisa dua kali lipat hasilnya," ungkap Bu Sarmi, salah seorang pedagang makanan ringan asal Dusun Barik.

Tokoh masyarakat setempat, Mbh Binoro mengapresiasi kerja keras panitia dan kekompakan warga Dusun Barik dan para pemudanya dalam menjaga kearifan lokal.

"Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan. Selain bentuk penghormatan pada leluhur, juga jadi sarana mempererat silaturahmi dan menggeliatkan ekonomi desa," ujarnya.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi pemancing yang berhasil mendapatkan ikan terberat dan uang tunai Rp 1 juta.

Nyadran Dusun Barik tahun ini menjadi bukti bahwa budaya lokal bisa dikemas kreatif, menarik, dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow