“Ngonten” Bukan Cuma Cari Cuan, Tapi Juga Identitas Zaman
Generasi muda kini melihat konten sebagai bentuk aktualisasi diri. Artikel ini membedah fenomena content creator sebagai budaya baru anak muda.
SUARAJATIMPOST.COM – Kalimat “cita-citaku jadi content creator” dulu mungkin akan ditertawakan. Kini, justru jadi impian sebagian besar remaja Indonesia. Dari TikTok, YouTube, hingga Instagram, dunia maya menjadi panggung hidup kedua. Ngonten bukan sekadar cari viral, tapi ajang mencari diri.
Anak muda zaman sekarang makin jeli memanfaatkan momen, filter, hingga storytelling untuk menyampaikan gagasan. Konten bukan cuma soal beauty vlog atau joget. Kini, banyak yang mengulas buku, masak resep rumahan, atau sekadar curhat tentang kegagalan. Dan itu tetap ditonton ratusan ribu orang.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran identitas generasi muda. Mereka tidak ingin dibatasi sistem formal, sekolah, pekerjaan kantoran, atau gelar. Mereka ingin didengar, dilihat, dan diakui, dengan caranya sendiri.
Apakah semua harus jadi content creator? Tidak juga. Tapi setidaknya, “ngonten” telah jadi budaya baru. Siapa yang bisa memanfaatkan momen, dia yang menang. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Dari berbagai sumber
What's Your Reaction?

