Nggak Bahaya Ta? Ketika Rapat Paripurna Bangkalan Berubah Jadi Lomba Tidur Sekda dan Kasatpol PP
Momen kocak Sekda & Kasatpol PP Bangkalan tertidur pulas saat rapat LKPJ 2025. Intip sindiran pedas DPRD dan reaksi Bupati Lukman Hakim di sini!
BANGKALAN, SJP – Ruang rapat paripurna DPRD Bangkalan yang seharusnya tegang dan penuh angka-angka serius, mendadak berubah suasana menjadi seperti gerbong kereta api eksekutif di malam hari: tenang, syahdu, dan penuh dengan kepala yang bergoyang pelan mencari sandaran.
Senin (6/4) lalu, saat Bupati sedang serius membacakan nota jawaban atas pandangan umum fraksi terkait LKPJ 2025, sejumlah pejabat tinggi justru terlihat sedang melakukan "meditasi kelopak mata".
Tak tanggung-tanggung, Sekretaris Daerah (Sekda) Ismet Efendi dan Kepala Satpol PP Moh Hasbullah tertangkap kamera sedang sangat khusyuk. Jika biasanya Satpol PP bertugas menertibkan pedagang, kali ini sang komandan justru sedang menertibkan pikirannya sendiri dalam alam bawah sadar.
Banyak yang menduga, suara Bupati saat membacakan nota jawaban memiliki frekuensi *low-fi* yang lebih ampuh daripada lagu pengantar tidur mana pun di YouTube.
Scroll Medsos: Jalan Pintas Usir Bosan
Bagi mereka yang masih kuat melek, godaan ternyata tetap ada. Alih-alih mencatat poin penting dari Bupati, beberapa pejabat terekam asyik melakukan "inspeksi mendadak" ke aplikasi media sosial. Mungkin maksudnya ingin mengecek apakah suara Bupati sudah viral di TikTok, atau sekadar memastikan algoritma Instagram masih aman.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan, Fadhur Rosi, tampaknya tidak selera humor melihat pemandangan "asrama" tersebut. Dengan nada gemas, ia mengeluarkan kalimat yang cukup menohok.
*"Kalau capek, gantikan orang lain. Kalau ngantuk jangan datang. Paripurna bukan tempat tidur,"* tegas Rosi.
Pernyataan ini sekaligus mematahkan harapan para pejabat yang mungkin berharap DPRD menyediakan bantal leher atau kopi hitam di setiap meja rapat di masa depan.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, pun tak bisa menutupi rasa herannya. Ia menyayangkan anak buahnya yang kehilangan fokus di momen krusial. Bahkan, ia sempat berceletuk jika dirinya tahu saat itu juga, ia sendiri yang akan turun tangan menjadi "alarm berjalan" untuk membangunkan mereka.
Kini, warga Bangkalan hanya bisa berharap bahwa janji-janji pemerintah yang dibahas dalam rapat tersebut tidak ikut terbawa mimpi oleh para pejabatnya. Karena membangun daerah tentu tidak bisa dilakukan sambil merem. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

