Kunjungan Perpusda Kota Batu Naik 17 Persen
Peningkatan kunjungan Perpusda Kota Batu hingga 18.619 orang dalam empat bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa upaya membangun budaya literasi mulai membuahkan hasil. Disperpusip Kota Batu optimistis mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan melampaui capaian kunjungan tahun sebelumnya.
KOTA BATU, SJP – Upaya Pemerintah Kota Batu meningkatkan budaya literasi masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu mencatat jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Batu selama empat bulan pertama tahun 2026 mencapai 18.619 pengunjung.
Kepala Disperpusip Kota Batu, Abdul Rais pada Rabu (10/6/2026) menegaskan bahwa angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 17,32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi sinyal positif di tengah tantangan rendahnya minat baca masyarakat yang kini harus bersaing dengan berbagai bentuk hiburan digital dan media sosial.
"Untuk peningkatan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa berbagai program penguatan literasi yang dijalankan mulai mendapat respons dari masyarakat. Kenaikan dua digit pada awal tahun ini menjadi perkembangan yang cukup menggembirakan,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut membuka peluang besar bagi Perpusda Kota Batu untuk melampaui total kunjungan tahun sebelumnya yang mencapai 47.612 orang sepanjang 2025.
Rais menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan adalah semakin lengkapnya koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah. Saat ini Perpusda Kota Batu memiliki sekitar 40 ribu koleksi buku yang mencakup berbagai kategori, mulai dari buku umum, referensi ilmiah, hingga buku bacaan anak.
“Koleksi yang beragam membuat masyarakat memiliki banyak pilihan untuk belajar, menambah wawasan, maupun mencari informasi yang dibutuhkan,” katanya.
Selain memperkaya koleksi bacaan, Disperpusip juga aktif menjalankan berbagai program literasi yang menyasar pelajar sebagai kelompok prioritas. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah BABEKU atau Membaca dan Berkreasi dalam Kunjungan ke Perpustakaan.
Melalui program tersebut, siswa tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas kreatif yang dirancang untuk membuat kunjungan ke perpustakaan menjadi lebih menyenangkan dan interaktif.
Program lainnya adalah SI BOLING atau Perpustakaan Keliling yang menyasar sekolah-sekolah, terutama yang berada di wilayah yang jauh dari pusat kota. Melalui layanan tersebut, armada perpustakaan bergerak mendatangi sekolah untuk menghadirkan akses bacaan secara langsung kepada para siswa.
“Kalau BABEKU mengajak siswa datang ke perpustakaan, SI BOLING justru membawa perpustakaan mendatangi siswa di sekolah,” jelas Rais.
Ia menilai pendekatan jemput bola menjadi salah satu strategi efektif untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan kepada masyarakat.
Selain itu, peningkatan fasilitas dan kenyamanan ruang baca juga terus dilakukan agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang belajar dan pengembangan kreativitas masyarakat.
Disperpusip optimistis tren kenaikan kunjungan akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring bertambahnya koleksi buku, penguatan program literasi sekolah, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya membaca. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

