Damkarmat Tulungagung Siapkan Pos Bantuan di Ngunut
Keberadaan pos bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas terhadap berbagai kejadian darurat, terutama di wilayah Tulungagung bagian timur seperti Kecamatan Ngunut, Rejotangan, Pucanglaban, Kalidawir, dan wilayah sekitarnya.
TULUNGAGUNG, SJP — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung mulai merealisasikan pembentukan Pos Bantuan Pemadam Kebakaran di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut.
Sebagai penanda awal berdirinya pos tersebut, Damkarmat menggelar acara syukuran pada Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, pos bantuan tersebut belum langsung beroperasi. Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan masih melakukan sejumlah persiapan, mulai dari penataan sumber daya manusia (SDM) hingga armada yang akan ditempatkan di lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan saat ini masih berupa syukuran sebagai tanda dimulainya pembentukan pos bantuan.
"Ini sementara masih syukuran saja. Pelaksanaan operasionalnya masih kami bahas lagi karena terkait SDM dan penataan kendaraan yang akan ditempatkan di sana," ujarnya.
Meski masih dalam tahap persiapan, pihaknya menargetkan Pos Bantuan Damkar Ngunut sudah mulai ditempati dan beroperasi dalam waktu sekitar dua pekan ke depan.
"Secepatnya, kira-kira dua minggu lagi sudah mulai ditempati," katanya.
Lugu menjelaskan, nantinya Pos Bantuan Damkar Ngunut akan diperkuat dengan dua armada yang berasal dari unit yang telah dimiliki Damkarmat Tulungagung. Dua kendaraan tersebut terdiri dari satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan suplai air.
"Rencananya ada dua armada. Satu mobil pemadam dan satu mobil suplai air," jelasnya.
Keberadaan pos bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas terhadap berbagai kejadian darurat, terutama di wilayah Tulungagung bagian timur seperti Kecamatan Ngunut, Rejotangan, Pucanglaban, Kalidawir, dan wilayah sekitarnya.
Menurut Lugu, pembentukan pos bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pemadam kebakaran yang menargetkan petugas dapat tiba di lokasi kejadian dalam waktu maksimal 15 menit.
"Tujuan adanya pos bantuan ini sesuai SOP kami, yaitu harus bisa sampai ke lokasi dalam waktu 15 menit ketika ada kejadian. Dengan adanya pos bantuan, pelayanan menjadi lebih dekat, lebih cepat, dan lebih lancar," terangnya.
Ia menambahkan, layanan Damkarmat tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan dan evakuasi nonkebakaran.
"Kalau ada evakuasi ular, hewan liar, kendaraan yang terperosok di jalan atau kawasan hutan, termasuk kebakaran, semuanya bisa lebih cepat ditangani," imbuhnya.
Untuk mendukung operasional pos bantuan tersebut, Damkarmat akan menempatkan enam personel yang dibagi dalam dua sif pelayanan selama 24 jam.
"Enam personel kita bagi dua sif. Sif pertama pukul 07.00 sampai 19.00, kemudian sif malam pukul 19.00 sampai 07.00 pagi," jelas Lugu.
Meski akan menempatkan armada di Pos Bantuan Ngunut, ia memastikan keberadaan pos baru tersebut tidak akan mengurangi kesiapsiagaan markas komando (Mako) Damkar Tulungagung. Jika penanganan dari pos bantuan belum mencukupi, maka personel dan armada dari Mako akan langsung diterjunkan untuk memberikan bantuan tambahan.
"Kalau dari pos bantuan masih kurang, langsung kita bantu dari Mako. Yang penting masyarakat mendapat pelayanan yang lebih dekat dan lebih cepat," tegasnya.
Di sisi lain, Lugu mengungkapkan bahwa Damkarmat Tulungagung masih menghadapi keterbatasan armada pemadam kebakaran. Saat ini pihaknya hanya memiliki tiga unit mobil pemadam utama dan dua unit kendaraan suplai air, dengan sebagian armada telah berusia cukup tua.
"Kendaraan kami ada yang tahun 1981, ada yang tahun 2014 dan tahun 2020. Karena itu, setiap tahun kami terus mengusulkan penambahan armada," ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan armada baru semakin mendesak seiring perkembangan wilayah Kabupaten Tulungagung yang mulai banyak memiliki bangunan bertingkat. Namun, hingga saat ini Damkarmat belum memiliki mobil pemadam dengan tangga hidrolik yang dibutuhkan untuk penanganan kebakaran di gedung tinggi.
"Sekarang di Tulungagung sudah banyak gedung bertingkat. Kalau ada kejadian, idealnya kita punya mobil yang dilengkapi tangga. Sampai sekarang kami belum punya," katanya.
Karena itu, pihaknya berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak agar pengadaan armada pemadam kebakaran dapat menjadi perhatian pemerintah daerah demi meningkatkan keselamatan dan perlindungan masyarakat.
"Kami berharap ada dukungan dari semua pihak agar kebutuhan sarana pemadam kebakaran bisa terpenuhi, karena tugas kami berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

