Misteri Motor Brebet di Mojokerto, Konsumen Keluhkan Tenaga Motor Hilang, Hasil Sidak SPBU Nihil Oplosan
Keluhan masif ini viral setelah sejumlah pengguna membagikan pengalaman mereka di grup Facebook lokal.
KOTA MOJOKERTO, SJP – Puluhan keluhan dari pemilik sepeda motor di Mojokerto yang mengalami masalah brebet atau kehilangan tenaga setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite membanjiri beranda media sosial (medsos).
Dugaan adanya BBM oplosan menguat di kalangan warganet, namun inspeksi mendadak (sidak) oleh tim gabungan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Mojokerto, tidak menemukan adanya kecurangan atau bahan campuran atau oplosan.
Keluhan masif ini viral setelah sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalaman mereka di grup Facebook lokal.
Salah satu unggahan dari akun bernama Tamuji Los yang mempertanyakan penyebab kerusakan motor massal setelah melakukan pengisian BBM jenis pertalite, langsung menuai ratusan komentar hingga Rabu (29/10/2025).
"Bagaimana ini, Bos Mojokerto, kenapa semua motor tiba-tiba rusak setelah menggunakan Pertalite? Coba beli di SPBU lalu diamkan dua jam, lihat reaksinya," tulis Tamuji Los.
Pengguna lain, termasuk akun Sbiluna Novieta Rind, melaporkan dampak signifikan terhadap performa kendaraannya.
"Motor saya terasa tidak kuat lari, biasanya pulang kampung hanya butuh 1 jam, sekarang bisa jadi 2,5 jam karena brebet," keluhnya.
Temuan Bengkel Adanya Busi Kotor dan Residu Mirip Bedak
Fenomena ini juga dikonfirmasi oleh Reza Kurniawan (30), pemilik bengkel di Mojokerto. Dalam dua hari terakhir, sedikitnya ada 17 kendaraan bermotor yang masuk pada bengkelnya.
Rata-rata motor dengan keluaran terbaru dengan sistem injeksi modern masuk ke bengkelnya dengan gejala serupa, yaitu mesin brebet, busi kotor, dan pembakaran tidak sempurna, diduga setelah mengisi BBM jenis pertalite di area Kota dan Kabupaten Mojokerto.
"Gejalanya hampir sama semua. Mesin brebet, busi kotor, pembakaran tidak sempurna, dan bahkan bau bensin berbeda. Lebih menyengat dan cepat menguap," ungkap Reza.
Pemeriksaan teknis di bengkel menunjukkan perubahan warna pembakaran di ruang mesin menjadi kehijauan, serta ditemukannya residu halus menyerupai bedak pada dinding ruang bakar.
"Itu tanda bahan bakar tidak terbakar sempurna. Etanol memiliki kadar air tinggi, jadi jika sistem injeksi tidak disetel ulang, bisa mengganggu pengapian," jelasnya.
Efek jangka panjangnya, menurut Reza, bisa fatal, mulai dari kerusakan busi, korosi ruang bakar, hingga potensi mampetnya injektor.
Ia menyarankan pengguna segera mengganti bahan bakar ke jenis pertamax, menguras tangki, dan mengganti busi untuk pemulihan performa.
Hasil Sidak di 5 SPBU Tidak Menunjukkan Tidak Ditemukan BBM Oplosan
Menanggapi keluhan yang meresahkan masyarakat, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag), Kejaksaan, dan Polres Mojokerto Kota segera melakukan sidak ke sejumlah SPBU.
Pengecekan meliputi pengambilan sampel Pertalite dari mesin dispenser dan tangki penyimpanan. Pemeriksaan dilakukan secara visual, uji tera untuk kesesuaian takaran, hingga pengujian kandungan menggunakan pasta air dan pengecekan agregat.
"Secara kejernihan, takaran, dan kadar air di dalam masing-masing tangki SPBU-nya, tidak ditemukan adanya campuran antara bahan bakar dengan bahan lain," tegas Kepala Bidang Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ulfa Khafidah, kemarin.
Sidak yang menyasar SPBU di Jalan Bhayangkara, SPBU Surodinawan, dan SPBU Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto, memastikan bahwa stok Pertalite di lokasi tersebut aman dan sesuai dengan parameter standar.
Kendati demikian, Ulfa mengimbau masyarakat agar tidak ragu mengisi BBM di wilayah Kota Mojokerto. Ia juga meminta konsumen yang mengalami kendala pada kendaraan usai pengisian bahan bakar tertentu untuk segera melapor.
"Pada saat pengisian, apabila terjadi kendala terhadap kendaraannya, (bisa) diadukan ke SPBU di mana dia mengisi bahan bakar," lanjutnya.
Hingga saat sidak, baik Diskopukmperindag maupun pihak SPBU melaporkan belum adanya konsumen yang secara resmi mengajukan keluhan.
"Sampai sekarang tidak ada konsumen yang mengeluh (secara resmi) mengenai pengisian BBM di SPBU kami," kata Petugas Administrasi SPBU Surodinawan, Eva Isnaini.
Pihak SPBU menegaskan bahwa mereka siap bertanggung jawab dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat jika kendaraan mogok atau bermasalah setelah mengisi BBM di tempat mereka. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

