Keluarga Menteri PPPA Meninggal Dunia dalam Tragedi Ambruknya Pesantren di Sidoarjo

Informasi duka tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

12 Oct 2025 - 08:15
Keluarga Menteri PPPA Meninggal Dunia dalam Tragedi Ambruknya Pesantren di Sidoarjo
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. (Foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP - Salah satu korban meninggal dunia dalam musibah ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, merupakan keluarga dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. Korban teridentifikasi bernama Alfin Mutawakilalah (17).

Informasi duka tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat diwawancarai wartawan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto, Sabtu (11/10/2025) malam.

"Salah satunya ada yang masih keluarga Menteri, saya mengikuti kemarin sudah bisa diidentifikasi. Tentu kami menyampaikan duka cita, berduka, berdoa mudah-mudahan husnul khatimah, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," ujar Gus Ipul.

Menteri Sosial juga menegaskan komitmen Kementerian Sosial untuk memberikan dukungan dan bantuan penuh kepada seluruh korban tragedi Ponpes Al-Khoziny.

"Sesuai arahan Presiden, kita akan mendukung secara total tentang berbagai kebutuhan yang memang sesuai hasil asesmen. Hari-hari ini kita berdialog dan berdiskusi dengan keluarga almarhum, maupun keluarga santri yang luka, untuk mencoba mengidentifikasi apa saja kebutuhannya. Tentu akan kita berikan bantuan sampai ada program pemberdayaan," jelasnya.

Ia menambahkan, Kementerian Sosial juga akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengawal keseluruhan kebutuhan keluarga yang terdampak musibah tersebut. 

"Kita akan memberikan pendampingan sampai pulih, sampai normal kembali," terangnya.

Secara khusus, bagi korban penyandang disabilitas atau yang mengalami amputasi akibat tragedi itu, Kemensos memastikan adanya pendampingan penuh.

"Kami berkunjung karena ada yang diamputasi, kita juga akan memberikan pendampingan bersama-sama Provinsi. Kita juga terus mendiskusikan apa saja yang dibutuhkan, karena harus dikondisikan santrinya, keluarganya, semuanya harus bangkit dan semangat," pungkas Gus Ipul. (*) 

Editor : Danu S 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow