Misteri 'Garis Henti Kosong' di Traffic Light: Saat Bayangan Pohon Lebih Menarik Ketimbang Lampu Merah
Fenomena kocak musim kemarau di Kediri: area garis henti Perempatan Brawijaya mendadak kosong melompong karena para pemotor kompak berteduh berdesakan di bawah bayangan pohon peneduh.
KEDIRI - SJP - Musim kemarau terik yang melanda Kota Kediri belakangan ini ternyata tidak hanya menguji ketahanan fisik warga, tetapi juga melahirkan 'hukum fisika baru' di jalan raya. Pemandangan ajaib ini salah satunya terlihat jelas diĀ Traffic Light Perempatan Jl Brawijaya, Kediri, setiap kali matahari mencapai puncak kehangatannya di siang bolong.
Jika biasanya area tepat di belakang garis henti (stopline) dipenuhi jejalan sepeda motor, kini pemandangannya berubah drastis: garis henti mendadak bersih dan kosong melompong hingga jarak 20 meter ke belakang.
Usut punya usut, puluhan pengendara bukannya menghilang, melainkan kompak melakukan aksi "parkir berjamaah" jauh di belakang demi mengejar rindangnya bayangan pohon peneduh di bahu jalan.
Fenomena ngiyup massal ini menciptakan pemandangan yang komikal. Garis henti lampu merah Burengan yang panas membara dibiarkan melompong tanpa penghuni, sementara belasan meter di belakangnya, para pemotor rela berdesakan di area bayangan pohon.
Bagi pengendara motor di Kediri saat puncak kemarau, jarak 20 meter menuju garis henti terasa seperti perjalanan menyeberangi Gurun Sahara tanpa alas kaki.
Saking niatnya menghindari sengatan sinar matahari, sudut bayangan pohon sekecil apa pun kini bernilai sangat tinggi. Tak jarang terlihat momen kocak ketika satu area bayangan sempit diperebutkan oleh belasan sepeda motor sekaligus, mirip seperti permainan kursi musik saat perayaan Agustusan.
Tentu saja, aksi berteduh massal ini kerap bikin geleng-geleng kepala siapa pun yang melintas. Para pemotor tampak sangat sabar menunggu lampu hijau dari kejauhan, seolah garis henti adalah zona bahaya yang haram disentuh sebelum lampu berubah warna.
Bagi warga Kota Tahu ini, rasa canggung mengantre jauh di belakang garis henti lebih nyaman dibandingkan sengatan matahari siang yang sanggup merusak skin barrier wajah.
Meski perilaku berteduh jauh di belakang garis henti ini sebenarnya melanggar aturan lalu lintas dan berpotensi memicu penumpukan kendaraan di belakang, tak bisa dimungkiri bahwa fenomena yang memancing kekonyolan pengendara motor di tengah pengapnya jalanan Kediri. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

