Miskomunikasi, MAN 2 Jombang Tegaskan Tidak Pernah Menahan Ijazah

Hartatik (48), orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya karena akhirnya dapat mengambil ijazah anaknya. Ia mengakui sebelumnya tidak pernah datang ke sekolah karena kendala biaya.

19 Nov 2025 - 17:29
Miskomunikasi, MAN 2 Jombang Tegaskan Tidak Pernah Menahan Ijazah
Orang tua siswa saat berjabat tangan dengan Kepala Sekolah MAN di Jombang usai penyerahan ijazah siswa. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Kasus dugaan penahanan ijazah di MAN 2 Jombang akhirnya menemui titik terang. Persoalan ini mencuat setelah seorang orang tua siswa, Hartatik, menyampaikan keluhannya. Namun, pihak sekolah menjelaskan, telah terjadi miskomunikasi dan menegaskan bahwa tidak ada praktik penahanan ijazah di institusi mereka.

Hartatik (48), orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya karena akhirnya dapat mengambil ijazah anaknya. Ia mengakui sebelumnya tidak pernah datang ke sekolah karena kendala biaya.

“Alhamdulillah, dalam rangka mengambil ijazah, ditolong diberikan ijazahnya. Saya terima kasih banyak. Sebelumnya belum pernah ke sekolah karena tidak ada uang,” ujar Hartatik kepada wartawan, Rabu (19/11/2025). 

Hartatik juga berterima kasih kepada Kepala Sekolah yang memberikannya dispensasi sehingga biaya yang dikeluarkan tidak mahal. Ia menjelaskan kondisi keluarganya yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Matur suwun sanget ditolong ibu kepala sekolah. Dikasih gratis. Meminta dispensasi juga dikasih, tidak mahal bayarnya,” katanya. 

“Kondisi suami saya sakit tidak bisa jalan sekarang, disuruh orang khotmil Qur'an, mengaji, hasilnya Rp100 ribu tidak pasti," imbuhnya. 

Dengan terkabulnya pengambilan ijazah, Hartatik berharap anaknya dapat segera bekerja dan membantu perekonomian keluarga. 

“Insya allah anak saya bekerja, membantu ekonomi keluarga," akunya. 

Menanggapi hal tersebut, Erma Rahmawati, Kepala MAN 2 Jombang, memberikan penjelasan lengkap. Ia menyebut bahwa inti permasalahannya adalah miskomunikasi.

“Penyerahan ijazah siswa, sebelumnya ada miskomunikasi, karena siswanya dapat informasi dari teman-temannya jika ambil ijazah itu harus lunas pembayaran. Padahal kami tidak menyarankan seperti itu,” tegas Erma.

Erma menjelaskan bahwa sekolah telah mengeluarkan surat edaran kepada wali santri dan wali murid agar segera mengambil ijazah. Namun, ijazah tersebut ternyata tidak kunjung diambil.

“Bahkan cap tiga jari baru saja. Jadi, siswa tersebut sendiri belum pernah ke sini untuk mengambil,” ujarnya.

Kepala sekolah menegaskan bahwa pihaknya memiliki mekanisme untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Jadi beasiswa kami sudah memberikan. Saya juga menyampaikan jika ada yang kurang, monggo dibantu, apalagi anak yatim terutama, orang tuanya sedang sakit, atau ada kendala ekonomi, kami siap bantu,” jelas Erma.

Sekolah menyediakan dana bantuan melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKM) untuk menanggung siswa yang belum melunasi pembayaran, tentu dengan persetujuan komite sekolah.

“Kami memberi nama untuk anak ini belum lunas, jadi kami beri dari dana komite yang sudah dibayarkan oleh anak-anak juga. Tidak ada penahanan ijazah,” tegasnya.

Erma berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi ke depan. Ia meminta agar siswa atau orang tua yang memiliki masalah serupa dapat langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Ke depan jika ada siswa memiliki masalah yang sama bisa langsung ke sekolah. Nanti pihak TU juga akan kami sampaikan bahwa untuk pengambilan ijazah jika siswa kesulitan, kita akan tata melalui beasiswa,” ujarnya.

Dia menambahkan, kebijakan serupa sebenarnya telah berjalan sejak tahun sebelumnya, namun mungkin tidak diketahui oleh semua siswa.

“Kami sudah menyampaikan silahkan diambil, jika ada yang ambil kami juga akan serahkan. Ada mis komunikasi, mungkin orang tua tidak membaca ada surat yang kita kirim," tuturnya. 

Erma juga menyampaikan bahwa setelah ada edaran dari Kementerian Agama (Kemenag), pihaknya telah langsung menyampaikan imbauan kepada orang tua siswa.

“Setelah ada edaran dari Kemenag sudah langsung kami sampaikan ke orang tua siswa, bahwa silahkan bagi siswa yang belum mengambil ijazah dari tahun-tahun sebelumnya silahkan untuk bisa ambil ijazahnya di Sekolah. Bagi anak-anak yang belum ambil ijazah silahkan segera di ambil," terangnya. 

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman serupa di masa mendatang dan para lulusan dapat segera mengambil ijazah mereka tanpa hambatan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow