Meski TKD Dipangkas, Pemkot Batu Pastikan Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas
Meski anggaran TKD mengalami pemangkasan, Pemkot Batu menunjukkan komitmen kuat menjaga keberlanjutan pelayanan publik terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Langkah efisiensi yang diterapkan diarahkan untuk memastikan setiap rupiah anggaran tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup warga Kota Batu.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama meski terjadi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Wali Kota Batu, Nurochman pada Selasa (21/10/2025) enegaskan bahwa dua sektor tersebut tidak akan terdampak pemotongan anggaran, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami menindaklanjuti soal TKD dengan surat edaran. Yang bisa kami tekan adalah studi komparasi dan perjalanan dinas, tapi program prioritas seperti pendidikan dan kesehatan tetap dibiayai,” ujar Nurochman.
Ia menjelaskan, sektor pendidikan saat ini masih membutuhkan perhatian besar, terutama untuk rehabilitasi dan renovasi sejumlah sekolah yang kondisinya belum layak.
Sementara untuk sektor kesehatan, Pemkot Batu menyiapkan langkah fleksibel, di mana anggaran yang tidak terserap maksimal di dinas lain dapat dialihkan ke Dinas Kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan publik.
“Kalau dipotong rata semua akan macet. Jadi kami lakukan pengurangan secara proporsional, disesuaikan dengan kondisi masing-masing SKPD,” tambahnya.
Sebagai bentuk efisiensi, Pemkot Batu juga menekan anggaran belanja nonprioritas seperti perjalanan dinas, studi banding, dan kebutuhan alat tulis kantor.
Bahkan, sistem administrasi diarahkan menuju konsep paperless untuk mengurangi penggunaan kertas, meski belum bisa diterapkan sepenuhnya di beberapa layanan publik seperti Dispendukcapil dan perizinan investasi.
"Intinya kebijakan efisiensi ini bukan sekadar penghematan, tetapi strategi penyesuaian agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal. Kondisi seperti ini harus disikapi dengan bijak dan cerdas. Yang terpenting, pelayanan dasar masyarakat tidak terganggu,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

