Status Semeru Turun Siaga: Awan Panas dan Lahar Tetap Jadi Bahaya Serius
Badan Geologi menegaskan, ancaman utama saat ini justru pada awan panas guguran dan potensi banjir lahar saat hujan.
LUMAJANG, SJP – Penurunan status Gunung Semeru dari Awas menjadi Siaga tidak otomatis menghapus potensi bahaya bagi warga di lereng gunung. Badan Geologi menegaskan, ancaman awan panas guguran dan banjir lahar masih mengintai dan dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama memasuki intensitas hujan yang kian meningkat.
Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa sektor tenggara Semeru termasuk Curah Kobokan tetap menjadi jalur dominan aliran awan panas dan guguran lava. Bentuk lembah yang curam membuat material pijar berpotensi meluncur cepat jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
“Meski status turun, bukan berarti bahaya hilang. Data kegempaan dan deformasi memang tidak menunjukkan intrusi magma baru, namun ancaman utama saat ini justru pada awan panas guguran dan potensi lahar saat hujan,” kata Lana dalam laporan tertulisnya, Sabtu (29/11/2025).
Badan Geologi juga mengingatkan, hujan deras di puncak Semeru dapat memicu banjir lahar yang membawa material vulkanik ke wilayah hilir. Arus deras ini bisa mengancam permukiman jika warga berada terlalu dekat dengan alur sungai.
“Masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Di luar radius itu, hindari area 500 meter dari tepi sungai karena lahar dan awan panas bisa menjangkau hingga 17 kilometer,” ujarnya.
Peringatan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperketat kebijakan mitigasi. Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan zona merah tidak lagi boleh ditempati, termasuk untuk fasilitas pendidikan. Saat ini pemerintah menyiapkan relokasi sejumlah sekolah ke wilayah yang dinilai aman, termasuk penambahan ruang kelas sementara.
Dengan kondisi vulkanik Semeru yang masih fluktuatif, Badan Geologi meminta warga tetap mematuhi imbauan petugas, mengikuti perkembangan aktivitas gunung, serta menjaga kewaspadaan tinggi demi keselamatan bersama. (**)
Sumber : beritasatu.com
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

