Meski Pertumbuhan Investasi Kota Batu Tembus 67 Persen, Namun Cakupan Lahan Masih Terbatas
Dengan ruang terbatas dan tekanan pembangunan yang tinggi, Pemkot Batu menegaskan bahwa setiap langkah investasi harus dilakukan secara selektif dan bertanggung jawab. Kota Batu ingin tumbuh sebagai destinasi investasi unggulan, namun tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
KOTA BATU, SJP – Meski nilai investasi di Kota Batu terus menunjukkan tren positif dengan capaian 67 persen dari target tahunan pada pertengahan 2025, cakupan wilayah investasi nyatanya masih terbatas. Pemerintah Kota Batu mencatat bahwa hanya sekitar 40 persen dari total luas wilayah yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai area investasi.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Batu, Nurochman pada Jumat (1/8/2025) bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam mendorong investasi yang berkelanjutan dan tidak melanggar aturan tata ruang.
"Wilayah Kota Batu tidak bisa dikembangkan secara luas karena sebagian besar merupakan kawasan pertanian, pemukiman, dan lahan lindung. Hanya sekitar 40 persen yang bisa dimanfaatkan untuk investasi," ujarnya.
Untuk itu, ia berupaya agar percepatan proses perizinan dan transparansi sistem juga terus diperbaiki, mulai dari penyesuaian Dasar Pengenaan Pajak (DPP) hingga keterlibatan banyak konsultan dalam proses perizinan.
"Prosesnya sekarang jauh lebih efisien dan terbuka. Ini salah satu alasan mengapa banyak investor mulai mengaktivasi lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif," tegas Wali Kota.
Dengan ruang terbatas dan tekanan pembangunan yang tinggi, Pemkot Batu menegaskan bahwa setiap langkah investasi harus dilakukan secara selektif dan bertanggung jawab.
Kota Batu ingin tumbuh sebagai destinasi investasi unggulan, namun tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Hal ini dibuktikan dengan capaian investasi yang telah menembus Rp755,22 miliar per Juni 2025 atau sekitar 67 persen dari target Rp1,12 triliun dan menjadi bukti bahwa optimalisasi lahan investasi tetap dimungkinkan melalui pendekatan yang tepat. Pemkot Batu terus mendorong investasi yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
"Kami tidak sekadar mengejar angka, tapi juga memastikan investasi yang masuk taat aturan, ramah lingkungan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Kepatuhan investor terhadap regulasi daerah juga menjadi perann penting. Sehingga Pemkot Batu saat ini aktif melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap proyek-proyek investasi yang berjalan. Bahkan, dalam enam bulan ke depan, akan dilakukan pengawasan intensif untuk memastikan keseriusan dan komitmen para pelaku usaha," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

