Mesin Diesel Irigasi Kelompok Tani di Karangwaru Tulungagung Raib Dicuri, Kerugian Capai Rp25 Juta
Saat ini, kasus pencurian mesin diesel tersebut masih dalam penanganan Polsek Tulungagung Kota. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya saksi maupun barang bukti lainnya.
TULUNGAGUNG, SJP - Mesin diesel untuk pengairan sawah milik Kelompok Tani Setia Tani, Kelurahan Karangwaru, Kabupaten Tulungagung, raib digondol maling. Peristiwa pencurian tersebut baru diketahui beberapa hari yang lalu dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada Selasa (20/1/2026) siang. Petugas Polsek Tulungagung Kota pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Mesin diesel yang hilang tersebut disimpan di dalam sebuah bangunan permanen berdinding tembok dengan pintu besi yang digembok. Lokasinya berada di area persawahan yang jauh dari permukiman warga, tepatnya di dekat sungai sebelah barat Dam Boyolangu. Kondisi lokasi yang sepi diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Sekretaris Kelompok Tani Setia Tani, Wijianto, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti waktu kejadian pencurian tersebut. Hilangnya mesin diesel pertama kali diketahui oleh seorang petani yang sedang mencabut benih padi di sawah sekitar lokasi pada Jumat lalu.
“Kalau kejadiannya hilang, saya malah tidak tahu. Yang tahu itu petani yang waktu itu nyabut benih di sebelahnya. Pas istirahat sarapan, dia melihat ke dalam gubuk, ternyata mesinnya sudah tidak ada,” ujar Wijianto, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar empat hari sebelum dilaporkan ke polisi.
“Kurang lebih empat hari yang lalu. Yang tahu pertama ya petani yang nyabut benih itu,” tambahnya.
Mesin yang hilang merupakan mesin diesel merek Kubota yang digunakan sebagai penggerak pompa air untuk pengairan sawah. Mesin tersebut merupakan aset milik Kelompok Tani Setia Tani dan sangat vital bagi kebutuhan pertanian, terutama saat musim kemarau.
“Yang hilang itu diesel Kubota, mesin pompa air. Itu milik kelompok tani Setia Tani,” jelas Wijianto.
Ia juga menuturkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pintu maupun bangunan tempat penyimpanan mesin. Bahkan, gembok pintu tampak masih terpasang seperti biasa, meski diduga telah diganti oleh pelaku.
“Kalau dilihat, tidak ada kerusakan di pintu. Tapi gemboknya kelihatan sudah beda dengan yang dulu. Kemungkinan gemboknya diganti, jadi tidak mencurigakan,” ungkapnya.
Mesin diesel tersebut sudah digunakan kelompok tani sejak awal 2025 dan biasanya dioperasikan saat sawah mengalami kekurangan air, terutama pada musim kemarau. Karena saat ini masih musim hujan, mesin tersebut jarang dicek.
“Diesel ini dipakai kalau sawah kekurangan air, biasanya waktu kemarau. Kalau musim rendeng seperti sekarang kan tidak dipakai karena air melimpah. Terakhir saya menengok sekitar dua bulan lalu, bulan Oktober,” kata Wijianto.
Dalam kejadian tersebut, hanya mesin diesel yang hilang, sementara pompa air masih berada di lokasi. Akibat pencurian ini, kelompok tani diperkirakan mengalami kerugian cukup besar.
“Kalau dirupiahkan, kerugiannya sekitar Rp23 juta sampai Rp25 juta,” pungkasnya.
Saat ini, kasus pencurian mesin diesel tersebut masih dalam penanganan Polsek Tulungagung Kota. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya saksi maupun barang bukti lainnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

