Menko Zulhas Bagi-bagi Sembako di Bulog Surabaya, Stok Beras Diklaim Aman hingga Ramadan
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengawali kunker di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan membagi 600 paket sembako sembari menegaskan stok beras aman hingga Ramadan.
SURABAYA, SJP — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membagikan ratusan paket sembako kepada pengemudi ojek online di Gudang Bulog Jawa Timur, Selasa (27/1/2026). Di balik aksi simbolik tersebut, pemerintah menyebut bahwa kesiapan stok pangan nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kegiatan bertajuk Hajatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN) itu menyasar 600 pengemudi ojek online dari platform Gojek dan Grab. Kelompok tersebut dipilih karena dianggap menjadi sektor yang paling cepat terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok, terutama di awal tahun.
Dalam kegiatan yang digelar di Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur itu, Menko Pangan secara langsung menyerahkan paket sembako yang berisi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.
Komoditas tersebut dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena komoditas itu kerap mengalami volatilitas harga di pasaran, khususnya di momen-momen tertentu seperti di awal tahun dan menjelang bulan Ramadhan.
"Presiden selalu menekankan bahwa harga-harga kebutuhan pokok menjelang hari raya tidak boleh naik, bahkan diupayakan bisa turun," ujar Menteri yang karib disapa Zulhas itu, Selasa (27/1/2026).
Ia menyebut, pembagian sembako bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan biaya hidup, khususnya bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online.
"Bapak Presiden memerintahkan kami untuk hadir memastikan para pejuang jalanan tetap tangguh, karena pemerintah menjamin stok pangan nasional melimpah dan harga harus terjangkau rakyat kecil," kata Zulhas didepan ratusan pengemudi ojol yang hadir.
Stok Bulog Jatim Diklaim Aman hingga 14 Bulan
Di luar pembagian sembako, sorotan utama kunjungan itu adalah klaim kesiapan stok beras Bulog, khususnya untuk menghadapi lonjakan permintaan saat Ramadan. Pemerintah menegaskan, tidak ada alasan harga beras melonjak karena ketersediaan dinilai sangat mencukupi.
"Stok beras kita di Bulog untuk Ramadhan aman dan saat ini mencapai jutaan ton. Masyarakat tidak perlu khawatir," katanya.
Pemerintah juga akan skema Beras SPHP sebagai instrumen utama pengendalian harga di tingkat konsumen. Penyaluran SPHP mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 yang mewajibkan negara hadir saat harga beras bergejolak.
Selain itu, pemerintah akan kembali menggelar pasar murah di berbagai daerah dengan potongan harga hingga 10 persen untuk komoditas utama seperti beras dan telur. Program itu turut melibatkan mitra swasta dan transportasi daring agar diskon tidak dibebankan kepada pengemudi.
"Melalui dukungan sponsor, masyarakat bisa mendapatkan diskon tanpa membebani pengemudi ojek online," jelas Zulhas.
Pernyataan tentang kesiapan stok beras juga diperkuat oleh pihak Bulog Jawa Timur yang membeberkan angka konkret cadangan beras. Disebutkan di Jawa Timur sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang menyuplai kawasan Indonesia Timur.
"Untuk stok Bulog Jawa Timur saat ini mencapai 796 ribu ton dan siap untuk kebutuhan hingga 14 bulan ke depan," ujar Kepala Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu Adibugroho.
Meski stok dinilai aman, pemerintah mengakui tantangan terbesar terletak pada distribusi dan pengawasan di lapangan. Wisnu menambahkan, pengendalian harga tidak akan efektif jika masih ada praktik penimbunan atau permainan harga.
"Fokus kita memastikan distribusi lancar dan tidak ada oknum yang bermain harga," katanya.
Kegiatan di Bulog Surabaya itu sendiri merupakan rangkaian kunjungan kerja (kunker) Zulhas hari ini di Kota Pahlawan dan Kabupaten Gresik guna memastikan Provinsi Jawa Timur sebagai simpul penting logistik pangan nasional.
Dengan klaim stok aman dan bantuan langsung ke masyarakat, pemerintah berharap inflasi pangan tetap terkendali sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026 yang tinggal hitungan minggu. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

