Menko Pangan Motivasi Ribuan Santri di Mojokerto, Orang Berpengaruh Lahir dari Rahim Pesantren

Menurutnya, menuntut ilmu di pesantren tidak hanya sebatas mempelajari ilmu pengetahuan, tetapi juga mendalami tentang kehidupan dan kedisiplinan.

20 Sep 2025 - 15:33
Menko Pangan Motivasi Ribuan Santri di Mojokerto, Orang Berpengaruh Lahir dari Rahim Pesantren
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat berikan motifasi ribuan santri Amanatul Ummah. (Foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP - Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (20/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan motivasi dan membeber sejumlah rekam jejak pendidikan di hadapan ribuan santri.

Zulkifli Hasan menekankan keunggulan pendidikan pesantren dan madrasah. Menurutnya, menuntut ilmu di pesantren tidak hanya sebatas mempelajari ilmu pengetahuan, tetapi juga mendalami tentang kehidupan dan kedisiplinan.

"Anak-anakku sekalian, mondok di sekolah itu bukan sekadar ilmu, tetapi pembelajaran hidup. Perlu disiplin, kesungguhan, dan melawan rasa malas," ujar menteri yang akrab disapa Zulhas itu.

Ia menceritakan perjalanannya dalam menempuh pendidikan. Zulkifli Hasan mengaku pernah mengenyam pendidikan madrasah hingga Pendidikan Guru Agama (PGA), meski tidak lulus.

"Saya berdiri di depan kalian, sekolah saya dari MI (Madrasah Ibtidaiyah) lanjut ke PGA, itu pun tidak lulus. Dari guru agama saja tidak selesai, saya cuma sanggup 3,5 tahun, tapi bisa berdiri di sini menjadi Menteri Koordinator Pangan, sebelumnya Menteri Perdagangan, sebelumnya Ketua MPR, sebelumnya lagi Menteri Kehutanan, sebelumnya lagi anggota DPR RI, sebelumnya pengusaha," paparnya di hadapan ribuan santri Amanatul Ummah.

Selain motivasi pendidikan, Zulhas juga memotivasi para santri untuk menjadi pengusaha. Ia mengajak lulusan pesantren agar dapat menciptakan lapangan kerja dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Sebab, ia meyakini orang-orang hebat dan berpengaruh lahir dari rahim pesantren dan madrasah. 

"Saya umur 20 tahun penghasilannya Rp200 juta sebulan, baru lulusan madrasah, PGA tidak kelar," ungkapnya.

Ia juga bercerita tentang perjuangannya menimba ilmu agama, di mana ia rela berjalan kaki sekitar 5 kilometer untuk bisa mendapatkan ilmu.

Di hadapan para santri, ia menegaskan keberuntungan menempuh pendidikan di Ponpes Amanatul Ummah, yang diasuh oleh KH. Asep Saifudin Chalim. Ia meyakini, pesantren ini banyak melahirkan orang-orang hebat dan berpengaruh.

"Di sini gurunya hebat-hebat, langsung dipimpin oleh beliau (Kiai Asep). Saya yakin, esok hari kalian akan menjadi anak-anak pejuang yang hebat," terangnya.

Zulkifli Hasan berpesan, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan saat menuntut ilmu, yaitu doa dari kiai, guru, dan orang tua.

"Resepnya, tetap minta doa guru-guru kita, terutama Pak Kiai, dan doa kedua orang tua. Modal saya adalah doa kedua orang tua dan doa para kiai," pungkasnya. (*) 

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow