Dari Keluhan Menu MBG di Bondowoso, Ini Fakta dan Risiko Konsumsi Frozen Food Setiap Hari

Video viral menu MBG di Bondowoso memunculkan kritik, dari sayur overcooked, pentol frozen hingga tempe diduga digoreng minyak bekas. Meski praktis, konsumsi frozen food berlebihan berisiko pada kesehatan anak, mulai obesitas hingga penyakit jantung.

20 Sep 2025 - 14:35
Dari Keluhan Menu MBG di Bondowoso, Ini Fakta dan Risiko Konsumsi Frozen Food Setiap Hari
Menu MBG yang videonya viral dan diduga disajikan oleh salah satu SPPG di Kabupaten Bondowoso (Foto : Screenshoot WA/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Beredarnya video berdurasi 1 menit 3 detik, tentang menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bondowoso, mengungkap fakta jika makanan yang disajikan tidak sehat.

Dalam video yang beredar di berbagai grup WhatsApp, salah seorang wanita di dalam video tersebut mengungkap jika sayuran yang dimasak terlalu matang, bakso yang disajikan merupakan produk frozen food dan tempenya diduga digoreng dengan minyak sisa.

“Buah pepaya kenapa bentuknya seperti ini? Sayur tetap overcooked dan sedikit amat. Pentol frozen, sudah melenceng dari judul menu makanan bergizi gratis. Frozen ini full pengawet. Tempe ini mungkin digoreng dengan minyak sisa yang kemarin ya? Kenapa modelnya begini?," begitu kata salah seorang yang ada di video tersebut. 

Nah, jika melihat menu MBG tersebut, tentu yang menarik perhatian adalah bakso (pentol) frozen yang dinilai jika dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan efek negatif bagi tumbuh kembang anak. Apalagi MBG tersebut disajikan untuk anak usia TK.

Perlu diketahui, makanan beku siap saji memang sangat banyak pilihannya. Makanan ini juga sangat membantu, khususnya ketika kamu tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Mulai dari daging, sosis, nugget, bakso, bahkan hingga kentang dan sayuran.

Meski begitu, timbul suatu pertanyaan, terkait apakah frozen food aman untuk dikonsumsi setiap hari atau tidak. Demi menjawab pertanyaan ini, yuk ketahui faktanya! 

Fakta Mengenai Konsumsi Frozen Food Setiap Hari

Meski tidak memiliki nama baik seperti halnya bahan makanan segar, makanan beku sebenarnya tidak sejahat yang mungkin banyak masyarakat pikirkan selama ini. Sebab, proses pembekuan tidak lantas menjadi penentu apakah makanan itu sehat atau tidak. 

Namun, sehat atau tidaknya makanan sebenarnya justru bergantung pada gizi yang terdapat di dalam makanan tersebut. Pasalnya, bahan makanan selalu melalui proses yang serupa, mulai dari dipanen, dipilih, dibersihkan, sampai dikemas dan dipasarkan pada masyarakat. 

Ini artinya, tidak terdapat perbedaan kandungan gizi antara daging segar dan beku, begitu pula sayuran segar dan sayuran yang dibekukan. Meski demikian, banyak yang cemas akan efek samping mengonsumsi frozen food

Meski kandungan gizi frozen food tidak berbeda dengan makanan segar, bukan berarti makanan itu dapat dimakan setiap hari. Ini karena sebagian besar makanan beku yang dibeli di pasaran tentu telah mengalami serangkaian proses pengolahan lain. 

Sederhananya, makanan beku ini bukan makanan segar yang dibekukan. Alhasil, mengonsumsinya terlalu sering atau berlebihan, justru dapat meningkatkan risiko akan kondisi berikut:

1. Tekanan darah tinggi

Frozen food olahan cenderung memiliki kandungan natrium yang tinggi. Misalnya, lasagna yang dibekukan dapat memiliki kandungan natrium mencapai 900 miligram. 

Padahal, asupan natrium yang melebihi batas maksimal, yaitu 2.300 miligram setiap hari menjadi penyebab paling utama dari tekanan darah tinggi.

2. Gangguan kesehatan kardiovaskular

Dampak lainnya dari asupan makanan beku berlebihan adalah meningkatkan risiko mengalami gangguan kesehatan jantung. Ini karena peningkatan asupan lemak trans dan lemak jenuh pada tubuh. 

Selanjutnya, akumulasi dari kedua lemak jahat ini akan meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular dalam jangka panjang, termasuk penyakit jantung, gagal jantung, dan stroke. 

3. Obesitas 

Tak hanya tinggi lemak dan natrium, frozen food juga tinggi kalori. Sayangnya, makanan satu ini tidak membuat kamu merasa kenyang layaknya makanan segar. 

Dampaknya tentu kamu akan makan berlebihan dan berisiko mengalami kegemukan atau obesitas.

4. Meningkatkan risiko diabetes

Ada beberapa makanan beku yang diawetkan menggunakan pati. Tak hanya membantu mengawetkannya, nyatanya pati juga membantu memberikan lebih banyak rasa dan tekstur pada makanan ini. Meski begitu, sebelum tubuh dapat mencerna pati ini, pati akan terkonversi menjadi gula terlebih dahulu. 

Nah, konsumsi frozen foods yang mengandung pati secara berlebihan tentu dapat meningkatkan risiko penyakit gula. Sebab, kadar gula darah dalam tubuh dapat meningkat. 
 
5. Meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya
 
Terlalu banyak mengonsumsi frozen food juga dapat meningkatkan risiko kanker. Alasannya berkaitan dengan pengawet dalam makanan ini. Agar frozen foods aman dikonsumsi dalam jangka waktu lama, produsen akan menambahkan berbagai bahan pengawet. Bahan pengawet ini tidak memberikan banyak manfaat bagi tubuh. 

Nah, konsumsi frozen food yang berpengawet setiap harinya secara berlebihan tentu dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Sebab, beberapa pengawet seperti nitrit, dapat berkontribusi pada masalah kesehatan gastrointestinal. 

Parahnya lagi, nitrit yang umumnya menjadi pengawet daging, dapat menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker). Hal ini dapat terjadi jika nitrit terpapar panas tinggi, seperti saat memasak daging. (*)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Halodoc

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow