Mengintip Kebersamaan Napi saat Hari Tasyrik di Balik Jeruji Lapas Mojokerto

Tujuannya, saling menjaga kerukunan, menjaga keamanan dan menciptakan suasana lapas layaknya di lingkungan masyarakat.

07 Jun 2025 - 20:01
Mengintip Kebersamaan Napi saat Hari Tasyrik di Balik Jeruji Lapas Mojokerto
Sejumlah warga binaan membakar sate di Lapas Kelas IIB Mojokerto. (Lapas for SJP)

MOJOKERTO, SJP—Lantunan takbir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto masih terdengar bergemuruh di Hari Tasyrik pertama usai Hari Raya Iduladha, Sabtu (7/6/2025).

Di bawah terik matahari yang menyengat, gumpalan asap mengepul, diiringi aroma khas daging dibakar membuat suasana penjara seperti suasana lingkungan pedesaan. 

Ratusan narapidana tampak menata bata dan menyiapkan arang yang telah disediakan petugas Lapas. Mereka dengan jeli memotong daging kecil-kecil dan membuatnya sate.

"Saya yang menyalakan api, kamu yang bagian kipas ya," kata salah satu narapidana kepada narapidana lainnya. 

Dalam suasana penuh keakraban, mereka gotong royong berbagi peran membakar sate. Pemandangan kebersamaan itu bukanlah seperti di dalam penjara. 

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan menuturkan, kegiatan yang digelar pada Hari Tasyrik pertama ini untuk menjalin keakraban antara warga binaan. 

Tujuannya yaitu saling menjaga kerukunan, menjaga keamanan dan menciptakan suasana Lapas layaknya suasana di lingkungan masyarakat. 

Sebanyak 980 warga binaan bersama petugas bergotong royong menyiapkan 5.000 tusuk sate lengkap dengan nasi dan sayur gule. 

"Kami adalah keluarga, ini rumah tinggal bersama selama menjalani masa hukuman," kata Rudi, Sabtu (7/6/2025). 

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono; Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuhroh; dan Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti. 

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan Kalapas Mojokerto terhadap warga binaan melalui kegiatan dalam momen Iduladha ini. 

Dia menyebut, kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat silaturahmi, namun dinilai mampu menyembuhkan kerinduan warga binaan pada keluarga.

Sebanyak 980 warga binaan bisa guyup dan bersama-sama melantunkan takbir hingga memasak sate bersama. 

Menurut Kadiyono, kegiatan ini disebutnya bisa menjadi contoh bagi lapas lainnya. "Pak Kalapas berhasil menghadirkan nuansa itu. Ini bisa menjadi contoh bagi lapas dan rutan lain," tandasnya.

Sebelumnya, Lapas Kelas IIB Mojokerto juga menyembelih 12 ekor kambing dan 3 ekor sapi pada Jumat (6/6/2025). Penyembelihan dilakukan usai salat ied yang digelar di Masjid Lapas Kelas IIB Mojokerto. 

Daging hewan kurban yang telah disembelih kemudian dibagi-bagikan kepada warga sekitar yang membutuhkan dan keluarga warga binaan. (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow