Realisasi PBB-P2 Jombang Tahun 2025 Masih 45,79 Persen, Ini Penjelasan Bapenda!
Nilai tersebut berdasar prosentase capaian dengan target pendapatan pajak tahun 2025 senilai Rp 55 miliar.
JOMBANG, SJP—Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Jombang tahun 2025 masih mencapai 45,79 persen. Sedangkan target pendapatan pajak tahun 2025 sebesar Rp55 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang, Hartono menjelaskan, perkembangan capaian penerimaan pajak tersebut diketahui saat monitoring dan evaluasi (monev) di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (3/6/2025) lalu.
Hartono menyebut, per tanggal 31 Mei 2025, capaian penerimaan PBB-P2 Kabupaten Jombang mencapai Rp25.184.130.441. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 21 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama di tahun 2024. Yakni sebesar Rp20.840.037.469.
"Namun, realisasi tersebut baru setara 45,79 persen dari target penerimaan PBB-P2 tahun 2025 yang sebesar Rp55 miliar," ungkap Hartono, Sabtu (7/6/2025).
Untuk mendorong pencapaian penerimaan pajak, dia menegaskan peran penting para camat sebagai pengawas utama, bekerja sama dengan kepala desa (kades) dan Lurah. Lembaga tersebut bisa memastikan pelunasan dan penyetoran PBB-P2 berjalan sesuai rencana.
"Peran ini sangat menentukan keberhasilan capaian pelunasan PBB-P2. Khususnya untuk buku 1 dan 2 (ketetapan di bawah Rp500.000) yang dipungut oleh pemungut desa dengan kecamatan sebagai koordinator," tegasnya.
Hartono menyampaikan, hingga 31 Mei 2025, penerimaan PBB-P2 untuk buku 1 dan 2 mencapai Rp21.269.478.579 atau sebesar 59,31 persen dari total ketetapan sebesar Rp35.774.396.666.
Dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, baru ada dua kecamatan yang telah lunas PBB-P2 buku 1 dan 2. Yaitu Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Ploso.
Sementara itu, 19 kecamatan lainnya belum melunasi PBB-P2. Namun ada satu kecamatan yang sudah menunjukkan capaian di atas 90 persen. Yaitu Kecamatan Wonosalam dengan realisasi 95 persen.
Namun demikian, mmasih ada tiga kecamatan dengan capaian di bawah 50 persen. Yakni Kecamatan Perak dengan realisasi 47,81 persen; Kecamatan Gudo dengan realisasi 43,27 persen; dan Kecamatan Jombang dengan realisasi 43,27 persen.
Lebih lanjut, dari total 306 desa dan kelurahan di Kabupaten Jombang, baru 65 desa yang telah lunas. Sebanyak 104 desa masih memiliki capaian di bawah 50 persen. Bahkan 8 desa capaiannya di bawah 10 persen.
Desa-desa dengan capaian terendah meliputi Desa Ngampel, Kecamatan Ngusikan dengan 0,9 persen; Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan sebesar 1,4 persen; dan Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito sebesar 3,6 persen.
Menanggapi data yang dipaparkan oleh Bapenda Jombang, Bupati Jombang Warsubi mengimbau perhatian dan keseriusan semua pihak. Khususnya kepada 19 camat yang wilayahnya belum melunasi PBB-P2.
"Mohon agar terus melakukan koordinasi dengan Bapenda, memantau perkembangan di desa secara harian, dan mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan tunggakan. Jika ada kendala atau hambatan, segera komunikasikan, agar bisa dicarikan solusinya," imbaunya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

